JAVASATU.COM- Pendopo Kabupaten Majalengka mulai bersolek. Sejumlah pekerja terlihat sibuk melakukan persiapan pekerjaan, termasuk memasang pagar pembatas di sekitar area yang tengah dilakukan pemeliharaan.

Pagar pembatas tersebut dipasang untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas dan berkunjung ke lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka.
Pemeliharaan kali ini menyasar area halaman Pendopo yang selama ini menjadi salah satu lokasi berbagai kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.
Kepala Bagian Umum Setda Majalengka, Rafi Kusman, mengatakan pekerjaan tersebut dilakukan bukan semata untuk mempercantik tampilan Pendopo.
Menurutnya, kondisi permukaan halaman di sejumlah titik sudah tidak lagi rata. Kondisi tersebut kerap menimbulkan genangan air ketika hujan turun.
“Pemeliharaan ini untuk kenyamanan di lingkungan Pendopo. Di beberapa titik kalau musim hujan sering terjadi genangan karena permukaannya sudah tidak rata,” ujar Rafi, Kamis (20/8/2026).
Rafi menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari usia permukaan halaman yang sudah cukup lama, yakni sekitar 10 tahun.
Selain menjadi halaman perkantoran, kawasan Pendopo juga kerap digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan Pemkab Majalengka yang melibatkan masyarakat.
Salah satunya ketika terdapat kegiatan pemberangkatan jemaah haji. Halaman Pendopo biasa digunakan sebagai lokasi parkir atau titik pemberangkatan kendaraan berukuran besar seperti bus.
“Di sini juga banyak kegiatan Pemda yang mengundang masyarakat. Misalnya untuk keberangkatan haji, biasanya bus-bus dititipkan di halaman Pendopo,” katanya.
Andesit Diganti Paving Block
Dalam pekerjaan pemeliharaan tersebut, permukaan halaman yang sebelumnya menggunakan material andesit nantinya akan diganti menggunakan paving block.
Rafi menyebut paving block yang digunakan memiliki kualitas baik dengan ketebalan mencapai 8 sentimeter.
Ia memastikan material yang digunakan telah melalui proses pengujian.
“Materialnya sudah diuji, baik melalui laboratorium maupun pengujian lainnya,” ujarnya.
Penggantian material tersebut diharapkan dapat membuat kondisi halaman lebih baik sekaligus mendukung aktivitas yang berlangsung di kawasan Pendopo.
Habiskan Anggaran Rp931 Juta
Pekerjaan pemeliharaan halaman Pendopo ini memiliki nilai anggaran mencapai Rp931.426.867.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan yang terpasang di lokasi, anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan tersebut tercantum dalam kegiatan Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, dengan jenis pekerjaan pemeliharaan bangunan gedung dan taman, khususnya pemeliharaan halaman Pendopo.
Dengan nilai pekerjaan mencapai hampir Rp1 miliar, pemeliharaan halaman Pendopo tersebut tentu menjadi perhatian publik.
Terlebih, sumber anggaran berasal dari DAU yang merupakan bagian dari keuangan daerah. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan diharapkan berjalan sesuai spesifikasi teknis, volume, serta ketentuan yang telah ditetapkan.
Pemeliharaan tersebut juga diharapkan tidak sekadar membuat halaman Pendopo terlihat lebih rapi, tetapi mampu menjawab persoalan genangan dan kondisi permukaan yang selama ini menjadi kendala saat musim penghujan. (eko/arf)