JAVASATU.COM- Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melaksanakan rangkaian ziarah ke makam para mantan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli 2026. Kegiatan tersebut dinilai sebagai pemandangan yang adem, penuh makna, sekaligus menjadi suri tauladan kepemimpinan.

Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung menilai, ziarah Kapolri bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk konsistensi dan komitmen institusi Polri dalam menyerap nilai-nilai luhur kepemimpinan bangsa sebagai pedoman tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya melihat sesuatu yang menarik. Setidaknya, ada beberapa poin,” ujar Nasky dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai langkah Kapolri tersebut bertujuan menggali semangat perjuangan para pemimpin bangsa. Tradisi ini disebut penting sebagai pembelajaran bagi generasi Polri bahwa meneladani kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan.
“Pertama, Kapolri ingin menggali semangat perjuangan pemimpin bangsa. Ini adalah tradisi dan pembelajaran bagi generasi Polri bahwa meneladani semangat perjuangan kepemimpinan bagi Korps Bhayangkara itu adalah suatu keniscayaan,” katanya.
Menurutnya, tradisi ziarah tersebut juga memperkuat komitmen Polri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa dinilai menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Nilai-nilai yang diwariskan oleh para pemimpin bangsa atau founding father memiliki arti signifikan bagi keberlangsungan dan kemajuan Polri,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat para pendahulu menjadi inspirasi utama yang mengingatkan jajaran Polri akan pentingnya integritas dan dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Di sisi lain, Kapolri juga dinilai konsisten mengimplementasikan konsep Polri Presisi dan “Polri untuk Masyarakat” sebagai arah transformasi kepolisian modern. Konsep ini menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan.
“Pendekatan ini bisa membuat pelayanan Polri lebih terintegrasi, adaptif, modern, dan responsif dalam menjawab tuntutan zaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, nilai kepemimpinan yang diserap dari para mantan presiden perlu dijaga dan diteruskan sebagai semangat kerja Polri dalam melayani masyarakat dan menjaga NKRI.
Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan sosok pemimpin yang cerdas, progresif, serta mendorong transformasi institusi agar tidak terjebak dalam zona nyaman di tengah dinamika tantangan yang semakin kompleks.
“Ini membuktikan bahwa Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo adalah jenderal polisi yang cerdas dan berpikiran progresif,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa di bawah kepemimpinan Kapolri. Menurutnya, Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial.
Sebagai bagian dari masyarakat sipil, ia menilai Polri terus berupaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” itu juga menilai Kapolri sebagai figur tegas, egaliter, dan bertanggung jawab. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan safari kebangsaan, termasuk ziarah ke ulama, kiai, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan publik.
“Langkah ini penting dalam rangka meningkatkan sinergitas dan soliditas antara masyarakat dan Polri,” ujarnya.
Ia menegaskan, elemen masyarakat dan Polri merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas, keutuhan NKRI, serta mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, ia menilai penting bagi Polri untuk melakukan refleksi atas perjalanan dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa.
Diketahui, rangkaian ziarah Kapolri telah dilakukan ke makam Presiden keempat RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Jawa Timur, dan Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur. Selanjutnya, Kapolri akan melanjutkan ziarah ke makam Presiden Soeharto serta Taman Makam Pahlawan Kalibata. (arf)