JAVASATU.COM- Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Lomba Peraturan Baris Berbaris (LPBB) Bakorwil III Malang Cup 2026 sebagai upaya memperkuat karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 di Kampus STIE Malangkucecwara itu diikuti peserta tingkat SD, SMP, SMA sederajat hingga kategori PURNA dari berbagai daerah di Jawa Timur.
LPBB Bakorwil III Malang Cup 2026 terselenggara melalui kolaborasi antara Bakorwil Malang, EJSC Malang, MIRAI PROJECT, R-PRO, serta Kampus ABM Malangkucecwara sebagai bentuk dukungan terhadap program Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya pilar Jatim Cerdas.
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang lomba baris-berbaris, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda.
“LPBB Bakorwil III Malang Cup ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Nawa Bhakti Satya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, khususnya pilar Jatim Cerdas. Kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, nasionalisme, serta jiwa kepemimpinan yang kuat,” ujar Asep, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter melalui aktivitas ekstrakurikuler yang positif dan kompetitif.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun mental generasi muda yang tangguh, profesional, dan memiliki daya saing,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan baris-berbaris, tetapi juga aspek kekompakan, kepemimpinan, disiplin, hingga semangat kebangsaan.
LPBB Bakorwil III Malang Cup 2026 juga melibatkan dewan juri profesional dari Jawa Timur dan Jawa Tengah serta mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk komunitas kepemudaan dan media lokal.
Selain menjadi ajang kompetisi, peserta juga mendapatkan sertifikasi resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung jalur prestasi non-akademik.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kegiatan tersebut mampu menjadi agenda strategis pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
“Semangat kolaborasi dan gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membangun generasi muda Jawa Timur yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkas Asep. (nuh)