JAVASATU.COM- Minyak goreng dan beras premium mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar di Kota Malang menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Kondisi itu dipicu meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan kategori premium dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui tren belanja masyarakat saat ini lebih banyak mengarah pada produk premium dibanding bahan pangan kelas menengah.
“Pasar kemarin itu memang banyak keinginannya yang premium, bukan yang tradisional,” kata Wahyu Hidayat, Jumat (29/5/2026), disela kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 bertempat di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), Jalan Beringin No. 13, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Menurut Wahyu, tingginya permintaan membuat sejumlah pasar tidak lagi banyak menyediakan minyak goreng dan beras kategori menengah.
“Jadi memang terkait minyak goreng dan beras yang menengah itu tidak dijual di sana,” ujarnya.
Mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan, Pemerintah Kota Malang langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga stabilitas stok dan distribusi bahan pokok di pasaran.
Wahyu mengatakan langkah tersebut dilakukan atas arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjelang momentum Iduladha.
“Kita tadi juga diperintahkan oleh Bu Gubernur bahwa terkait dengan minyak goreng dan beras yang tidak ada, kita diminta koordinasi dengan Bulog,” katanya.
Menurut dia, Bulog memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di pasar agar masyarakat tetap mudah mendapatkan kebutuhan pokok.
“Karena Bulog yang harus menyediakan pada pasar,” ujarnya.
Selain menggandeng Bulog, Pemkot Malang juga menyiapkan program Warung Tekan Inflasi (WTI) untuk membantu mengendalikan lonjakan harga pangan di pasaran.
Program tersebut rencananya mulai dijalankan dalam waktu dekat di sejumlah pasar di Kota Malang.
“Insyaallah dalam minggu ini warung tekan inflasi akan ada supaya kita bisa mengendalikan harga,” tegas Wahyu.
Pemkot Malang berharap langkah tersebut mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan bahan pangan tetap aman bagi masyarakat selama periode Iduladha 2026. (dop/nuh)