JAVASATU.COM- Satresnarkoba Polres Malang menangkap seorang pria berinisial S (34) yang diduga sebagai pengedar sabu di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 12 paket sabu siap edar dengan total berat sekitar 7,865 gram.

Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Dusun Sumberpucung, Desa Tirtomoyo, Minggu (12/4/2026), setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
“Berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Setelah dipastikan, petugas langsung melakukan penindakan dan berhasil mengamankan tersangka di rumahnya,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Saat penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu yang telah dikemas dalam 12 paket kecil, diduga siap diedarkan. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang pendukung aktivitas peredaran narkoba.
“Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan 12 paket sabu dengan total berat sekitar 7,865 gram, serta barang pendukung lainnya seperti plastik klip, uang tunai, dan alat komunikasi,” jelas Bambang.
Polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 400 ribu yang diduga hasil transaksi, serta satu unit ponsel yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dalam jaringan peredaran narkoba.
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka diketahui menjalankan aksinya dengan sistem ranjau serta transaksi melalui komunikasi ponsel di wilayah Ampelgading dan sekitarnya.
“Tersangka mengedarkan sabu dengan sistem ranjau dan transaksi melalui komunikasi ponsel,” ungkapnya.
Saat ini, tersangka telah diamankan di Polres Malang untuk menjalani proses hukum. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana narkotika dengan ancaman hukuman berat sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkas Bambang. (agb/nuh)