email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 16 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ketupat: Antara Tradisi dan Nilai Religi

by Redaksi Javasatu
5 April 2025
ADVERTISEMENT
Isnanto, S.Ag., SH., M.Si. (Foto: Dok/Istimewa)

Ketupat: Antara Tradisi dan Nilai Religi

Oleh: Isnanto, S.Ag., SH., M.Si. – Ketua Pembina Yayasan Roudlotul Ulum Panceng, Pengurus MUI Gresik, PC Pergunu Gresik, Komnasdik Gresik Pembina LPPNU Gresik, Ketua PRNU Banyutengah

Usai Hari Raya Idulfitri, di berbagai pasar tradisional terutama di kawasan Pantura Jawa, banyak pedagang mulai menjajakan janur kuning yang telah dianyam menjadi ketupat. Ketupat menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang sangat kental, bahkan gambarnya sering dijadikan ikon dalam berbagai media ucapan hari raya.

Ketupat atau kupat merupakan akronim dari “ngaku lepat”, yang berarti mengakui kesalahan. Makna ini sejalan dengan semangat Idulfitri sebagai momentum untuk saling memaafkan. Tradisi membuat dan menyajikan ketupat setelah Idulfitri sudah menjadi bagian dari budaya umat Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Ketupat mirip dengan lontong, dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur, lalu dikukus hingga matang. Di beberapa daerah, janur yang digunakan berasal dari pohon siwalan atau kelapa, dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda.

Biasanya, ketupat disajikan dengan berbagai masakan khas seperti opor ayam, sambal goreng, atau bumbu santan lainnya, tergantung kebiasaan daerah masing-masing.

Kenapa harus ketupat? Sejak kapan tradisi ini dimulai?

Menurut penelusuran sejarah, tradisi ketupat mulai dikenal sejak masa Sunan Kalijaga pada abad ke-15 hingga 16. Beliau adalah salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat bukan hanya sebagai makanan, melainkan juga sebagai media dakwah dan simbol nilai-nilai spiritual.

Berikut makna filosofis ketupat dalam tradisi Jawa dan Islam:

1. Janur Kuning

Bahan utama ketupat adalah janur kuning. Dalam filosofi Jawa, janur diartikan sebagai “sejane ning nur” atau “jalan menuju cahaya (Ilahi)”. Ada pula yang mengartikan janur sebagai singkatan dari “jatining nur”, yang berarti cahaya sejati atau hati nurani. Warna kuning dalam budaya Jawa melambangkan “sabdo dadi” atau hasil dari hati yang jernih. Maka, penggunaan janur kuning mengandung harapan untuk meraih cahaya Ilahi dengan hati yang bersih.

2. Bentuk Segi Empat

Ketupat berbentuk segi empat, melambangkan empat arah mata angin atau dalam konsep Jawa dikenal sebagai kiblat papat limo pancer. Ini menyimbolkan keseimbangan alam dan spiritual: ke mana pun manusia melangkah, arah akhirnya tetap menuju Allah, Sang Pencipta.

BacaJuga :

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

Secara akhlak, bentuk ini juga mencerminkan empat jenis nafsu manusia:

  • Amarah (emosi)

  • Lauwamah (keinginan makan)

  • Supiyah (hasrat akan keindahan)

  • Mutmainnah (ketenangan jiwa)
    Empat nafsu ini hanya bisa dikendalikan melalui amalan seperti puasa.

3. Anyaman Ketupat

Anyaman ketupat yang saling terkait menggambarkan kesalahan dan dosa manusia yang saling berkaitan. Namun saat ketupat dibelah, isinya putih bersih — melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

4. Beras

Isi ketupat adalah beras, bahan makanan pokok yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Filosofinya, setelah hati dan jiwa bersih dari nafsu, barulah manusia bisa meraih keberkahan dan kesejahteraan sejati. Dalam konteks sosial, masyarakat yang sejahtera adalah masyarakat yang anggotanya memiliki hati dan jiwa yang suci.

Ilustrasi Ketupat. (Foto: Javasatu.com)

Tradisi Ketupat di Hari Ketujuh Syawal

Tradisi ini umumnya dilaksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal. Di berbagai daerah, masjid, musala, dan surau menggelar acara pembacaan sholawat di malam hari, diikuti oleh jamaah dari lingkungan sekitar. Jika kita melewati desa atau kampung pada malam itu, akan terdengar lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW menggema penuh kekhusyukan. Ketupat yang dibagikan merupakan hasil dari sedekah warga.

Bagi umat Islam yang telah berpuasa penuh selama Ramadan, menjalankan salat tarawih, menunaikan zakat, dan saling memaafkan di Hari Raya Idulfitri, maka menyempurnakan ibadah dengan sedekah ketupat dan pembacaan sholawat di hari ketujuh Syawal menjadi wujud harapan meraih syafaat Rasulullah SAW. Semoga kesucian diri ini terjaga hingga kelak menghadap Ilahi Rabbi.


Isnanto, S.Ag.SH.M.Si:
Penulis adalah Ketua Pembina Yayasan Roudlotul Ulum Panceng, Pengurus MUI Gresik, PC Pergunu Gresik, Komnasdik Gresik Pembina LPPNU Gresik, Ketua PRNU Banyutengah. (05/04/2025).

 


 

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Jelang Nyepi dan Idulfitri, Sekda Kabupaten Malang Minta ASN Perkuat Koordinasi

GP Ansor Malaysia Gelar Sarasehan dan Buka Bersama, Bahas Perlindungan PMI

Analis Publik Apresiasi Atensi Kapolri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Grup Kasidah Hilwa Awi Ponpes Al-Karimi Gresik Juara 1 Healing Ramadan Jatim

Kapolres Gresik Pastikan Posyan Alun-Alun Siap Layani Pemudik

Anggota DPRD Gresik Husnul Aqib Sosialisasi Perda Zakat dan Toleransi

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Prev Next

POPULER HARI INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 Digelar 16 Maret, Ribuan Porsi Bandeng Gratis Disiapkan

Grup Kasidah Hilwa Awi Ponpes Al-Karimi Gresik Juara 1 Healing Ramadan Jatim

Analis Publik Apresiasi Atensi Kapolri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

BERITA LAINNYA

GP Ansor Malaysia Gelar Sarasehan dan Buka Bersama, Bahas Perlindungan PMI

Analis Publik Apresiasi Atensi Kapolri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Grup Kasidah Hilwa Awi Ponpes Al-Karimi Gresik Juara 1 Healing Ramadan Jatim

Band Skramz D.O.S.A Rilis Single “RUH”, Refleksi Spiritual Asal Usul Manusia

Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an di Libya, Kalahkan Peserta dari 5 Negara

Ketum PBTI Richard Tampubolon Buka Puasa Bersama Atlet Taekwondo Nasional

Otmilti II Jakarta Musnahkan Barang Bukti 121 Perkara, Narkotika hingga Airsoftgun

Yayasan Al-Muttaqin Sanankulon Blitar Bagikan Takjil Ramadan, Warga Antusias

Chef Program MBG di Blitar Terima Sertifikat BNSP, Perkuat Standar Dapur Gizi Nasional

Gerakan Pangan Murah, Polres Blora Jual Beras dan Migor di Bawah HET

Prev Next

POPULER MINGGU INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 Digelar 16 Maret, Ribuan Porsi Bandeng Gratis Disiapkan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d