JAVASATU.COM- Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang yang tergabung dalam Kelompok 6 KKN Tumpang mematangkan persiapan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui rapat pra-KKN sebagai upaya menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta menyusun program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian.

Rapat digelar di Niki Coffee, Jalan Jenderal Sudirman, Dawuhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (7/7/2026), dan diikuti 21 mahasiswa dari berbagai program studi serta fakultas di UNIRA Malang.
“Kami berharap melalui rapat ini seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas masing-masing sehingga pelaksanaan KKN dapat berjalan dengan baik,” ujar Ketua Kelompok 6 KKN Tumpang, Ahmad Alvin Marzuq Al-Azizi.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyusun berbagai persiapan teknis, mulai dari peresmian logo kelompok, pembentukan divisi, pembagian tugas, hingga mekanisme koordinasi selama pelaksanaan KKN. Seluruh agenda disiapkan sebagai fondasi agar program pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Alvin mengatakan, kesamaan visi dan pembagian peran menjadi kunci agar setiap anggota mampu menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal saat berada di lokasi KKN.
Rapat juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk menyerap ide dan masukan dari seluruh anggota. Suasana berlangsung komunikatif dengan mengedepankan semangat kolaborasi, saling menghargai, serta kerja sama dalam menyusun rencana program yang akan diterapkan di masyarakat.
Selain membahas aspek teknis, mahasiswa melakukan evaluasi awal terhadap berbagai potensi kendala yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan KKN. Berbagai masukan dari peserta dicatat sebagai bahan penyempurnaan koordinasi dan pelaksanaan program kerja.
Koordinator Divisi Sie Acara, Muhammad Arif Habibi, menegaskan pentingnya kerja sama antardivisi agar seluruh program pengabdian dapat berjalan sesuai target.
“Setiap divisi memiliki tanggung jawab masing-masing, tetapi kami berharap seluruh anggota tetap saling membantu agar setiap program kerja dapat terlaksana dengan baik,” kata Arif.
Lokasi rapat dipilih berdasarkan hasil musyawarah melalui polling di grup WhatsApp sebagai bentuk pengambilan keputusan bersama. Cara tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan memperkuat kekompakan antarmahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.
Melalui pematangan program ini, Kelompok 6 KKN Tumpang berharap seluruh kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui kerja kolaboratif di lapangan. (Penulis: Elza Dhea Salsabila, Mahasiswa UNIRA Malang)