Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Wujudkan Keberlanjutan Pertanian, APEDI Jatim Memupuk Sawah Demplot Padi Organik di Lamongan

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
16 November 2021

JAVASATU-LAMONGAN- Kondisi tanah pertanian atau sawah di Jatim (Jawa Timur) sekarang ‘sakit’, karena pengunaan pupuk dan pestisida kimia yang tidak ramah lingkungan telah mematikan mikroba dan ekosistem lainnya dalam tanah yang merupakan faktor penting dalam kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan hidup kita.

Apedi Jatim

1 of 5
- +

1.

2.

3.

4.

5.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina DPD APEDI Jatim (Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia, Jawa Timur), M. Badrin Tholchah saat pemupukan dasar pada sawah demplot padi organik seluas 2 hektar di Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Minggu (14/11/2021).

“Kondisi sawah itu sakit, indikasinya sekarang keadaannya sepi senyap. Beda dengan sawah zaman dulu meriah, dimana saat malam hari terliat kunang – kunang, terdengar suara kodok yang khas bersahut-sahutan dan saat siang hari aneka burung menghiasi sawah dan hewan lainnya terlihat, baik belut maupun hewan lainnya, Serta yang terpenting adalah mikroba yang menyuburkan tanah telah mati akibat sawah kita diberi pupuk dan pestisida kimia,” kata Badrin.

Dijelaskannya, tanah itu sifatnya organik, maka dengan pengunaan bahan sintetis kimia dalam pemupukan tanah pertanian akan berbahaya bagi kesuburan tanah, kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia yang memakan hasil pertaniannya tersebut. Untuk itu, treatment tanah harus organic dengan memberikan nutrisi yang berasal dari alam sekitarnya baik itu Kohe, daun-daun dan lainnya.

ADVERTISEMENT

Ditambahkannya, rata-rata kesuburan tanah pertanian di Jatim dibawah 500 EC, padahal idealnya kesuburan tanah harus 1000 EC saat musim tanam, dan 2000 EC saat fase generative tanaman. Maka untuk mewujudkan daya dukung lahan dalam membangun pertanian yang sehat dengan kesuburan tanah sampai 2000 EC, treatmen tanah harus dengan cara organik karena tanah itu sendiri sifatnya organik.

“Untuk menjaga keberlanjutan pertanian, saat ini APEDI melakukan pemupukan dasar berupa KOHE (Kotoran Heran) atau super bokasi di sawah demplot padi organik Deketagung. Treatmen ini bertujuan memperbaiki struktur tanah dan menghidupkan kembali mikroba sawah Deketagung agar bisa mencapai kesuburan 1000 EC saat musim tanam padi organik, dan 2000 EC saat fase generative tanaman, sehingga hasil padinya bisa meningkat 2 kali lipat atau 200 persen,” jelas Badrin.

Pertanian organik itu pertanian masa depan, lanjutnya, dengan penggunaan super bokasi yang menghidupkan 100 juta mikroba dalam 1 gram tanah, biaya Saprodi (Sarana Produksi Pertanian) berkurang 70 persen, karena bahan super bokasi berasal dari kohe dan alam sekitarnya yang mudah didapatkan oleh petani. Konsepnya itu kebutuhan pupuk 1 hektar sawah dapat dipenuhi oleh 3 ekor sapi, dan sebaliknya kebutuhan pakan ternak 3 sapi didapatkan dari jerami 1 hektar sawah tersebut.

“Pertanian organik itu pertanian yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan. Karena meningkatkan produktivitas sekaligus konservasi lingkungan baik tanah maupun airnya tetap terjaga, serta mengurangi biaya Saprodi sebesar 70 persen karena bahannya dari alam sekitarnya,” ungkap Badrin.

Disampaikan pula, Indonesia tertinggi sebagai pemakai petisida se-Asean. Padahal dalam publikasi ilmiah pernah melaporkan, dalam jaringan tubuh bayi yang dilahirkan seorang Ibu yang secara rutin mengkonsumsi sayuran yang disemprot pestisida, terdapat kelainan genetik yang berpotensi menyebabkan bayi tersebut cacat tubuh sekaligus cacat mental.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa sudah saatnya kita beralih ke pertanian organic. Karena manfaatnya seperti beras organik memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes. Beras organik baik untuk program diet, mencegah kanker, serangan jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo,

“Beras organik itu dapat mengurangi kadar logam berat dalam darah, karena penggunaan insektisida kimiawi. Hal inilah yang dapat mencegah tubuh terserang berbagai macam penyakit berbahaya yang pada dasa warsa terakhir banyak diderita oleh masyarakat,” tandas Badrin.

Baca Juga:
  • Pabrik di Pasar Rebo Terbakar, Gulkarmat Jaktim Kerahkan 14 Mobil PMK – Kliktimes.com

Sementara itu, dalam kegiatan ini diikuti Kades Deketagung, Mujiono dan Kasun Darmo, serta DPC APEDI Lamongan, DPC APEDI Magetan, Agus dan tentunya para petani sekitar. Menurut Kades Deketagung bahwa pihaknya sangat mendukung adanya pertanian organik didesanya, karena selain menyuburkan tanah sekaligus juga meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat dan menyesejahterakan masyarakatnya.

“Kami sangat mendukung adanya pertanian organik disini, karena hal itu merupakan upaya keberlanjutan pertanian dan peningkatan kwalitas kesehatan masyarakat. Serta dengan kolaborasi pertanian dan peternakan dalam pertanian organic, maka akan menciptakan peluang kerja dan akhirnya masyarakat jadi sejahtera,” ucap Kades Mujiono. (Sir/Nuh)

Tags: APEDIAPEDI JatimKecamatan SugioPadi OrganikSawah Demplot
Previous Post

Cegah Tindakan Korupsi, Gus Yani Ajak Jajarannya Tingkatkan Integritas

Next Post

Kader KB Gresik Utara Ikuti Workshop Implementasi Program Bangga Kencana, Begini Pesan Bu Min

Related Posts

Irigasi Diperbaiki, Petani Ujungjaya Sumedang Targetkan Tiga Kali Panen, Berharap Air Lancar
Pertanian

Irigasi Diperbaiki, Petani Ujungjaya Sumedang Targetkan Tiga Kali Panen, Berharap Air Lancar

31 Agustus 2026
Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih
Pertanian

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

19 Agustus 2026
Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengairan Atasi Kekeringan Sawah Gresik
Pertanian

Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengairan Atasi Kekeringan Sawah Gresik

12 Agustus 2026
Petro Agrifood Expo 2026 Dibuka, Bupati Yani Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian
Pertanian

Petro Agrifood Expo 2026 Dibuka, Bupati Yani Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian

24 Juli 2026
Wamentan: Jawa Timur Penyumbang Hampir 50 Persen Produksi Gula Nasional
Pertanian

Wamentan: Jawa Timur Penyumbang Hampir 50 Persen Produksi Gula Nasional

18 Juli 2026
Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Yani Modernisasi Irigasi Pertanian Gresik
Pertanian

Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Yani Modernisasi Irigasi Pertanian Gresik

17 Juli 2026
Next Post
Kader KB Gresik Utara Ikuti Workshop Implementasi Program Bangga Kencana, Begini Pesan Bu Min

Kader KB Gresik Utara Ikuti Workshop Implementasi Program Bangga Kencana, Begini Pesan Bu Min

Comments 18

  1. Ping-balik: Menyusuri Dusun Terdekat Erupsi Gunung Semeru - KlikTimes
  2. Ping-balik: Korban Meninggal Dunia di Erupsi Semeru Capai 43 Orang, Hingga Hari ke Lima Pencarian - KlikTimes
  3. Ping-balik: Pelatihan Ritel Alfamart, Bupati Rembang: Pelaku UKM Harus Bertransformasi Digital - Javasatu
  4. Ping-balik: Pelatihan Ritel Alfamart di Rembang, UKM Harus Terbang ke Luar Negeri - KlikTimes
  5. Ping-balik: Mbah Rono Ingatkan Soal Bahaya Kubah Lava Gunung Semeru - KlikTimes
  6. Ping-balik:  14 Orang Meninggal Dunia di Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat - KlikTimes
  7. Ping-balik: Warga Lordena Kerja Bakti Jelang Natal dan Tahun Baru 2022 - KlikTimes
  8. Ping-balik: Pemkab Blitar Kirim Bantuan Tenaga dan Sejumlah Kebutuhan ke Lumajang - KlikTimes
  9. Ping-balik: Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Diminta Waspada Serangan Infeksi - KlikTimes
  10. Ping-balik: Wabup Lumajang Minta Heli, Selamatkan Delapan Warga Terjebak - KlikTimes
  11. Ping-balik: Korban Letusan Gunung Semeru Luka Bakar, Ini Kebutuhan Mendesak Pengungsi - KlikTimes
  12. Ping-balik: Sebanyak 30.523 Pelanggan PLN Terdampak Letusan Gunung Semeru - KlikTimes
  13. Ping-balik: Jembatan Gladak Perak Putus Total, Ini Situasi Dampak Letusan Semeru - KlikTimes
  14. Ping-balik: Kabupaten Malang Terdampak Abu Letusan Gunung Semeru - KlikTimes
  15. Ping-balik: Jembatan Gladak Perak Putus, Dampak Gunung Semeru Meletus - KlikTimes
  16. Ping-balik: Gunung Semeru Meletus, Dua Kali Guguran Lava Pijar - KlikTimes
  17. Ping-balik: LPS Imbau Nasabah Perbankan Agar Tak Tergiur Bunga Tinggi - KlikTimes
  18. Ping-balik: Dua Bupati Jatim Masuk Nomine Anugerah Kebudayaan PWI - HPN 2022 - KlikTimes

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com