JAVASATU.COM- Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menyebut puasa sebagai “healing jiwa” di tengah tekanan kehidupan era digital. Hal itu disampaikannya dalam Kajian Hikmah Ramadan di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kajian bertema Puasa dan Tradisi Sufi di Era Digital tersebut, Prof Barizi menegaskan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembinaan spiritual yang menyentuh dimensi batin.
“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum. Ia adalah pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan cinta kepada Allah,” ujarnya di hadapan jemaah.
Menurutnya, dalam perspektif tasawuf, puasa menjadi sarana merawat iman agar tidak berhenti pada tataran konsep teologis, tetapi menjadi pengalaman ruhani yang nyata. Ia mengibaratkan iman sebagai rumah, sementara puasa adalah cara menjaga dan merawat rumah tersebut agar tetap bersih dan nyaman ditempati.
Prof Barizi juga menyoroti kondisi masyarakat modern yang rentan stres, kecemasan, dan tekanan psikologis akibat derasnya arus informasi digital. Dalam konteks itu, puasa dinilai relevan sebagai ruang pemulihan batin.
“Puasa adalah ruang healing jiwa. Ketika manusia modern diliputi kegelisahan, puasa menjadi jalan untuk kembali tenang melalui taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.
Ia mengingatkan, tantangan terbesar di era digital bukan hanya menjaga puasa fisik, tetapi juga puasa hati dari distraksi media sosial, banjir informasi, dan godaan dunia maya.
“Di era digital, yang harus dijaga bukan hanya puasa perut, tetapi juga puasa hati. Hati harus tetap tenang dari kebisingan informasi,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan digitalisasi tidak selalu menjadi ancaman bagi spiritualitas. Teknologi justru bisa dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan penyebaran nilai tasawuf, seperti melalui konten kajian, dzikir daring, hingga komunitas spiritual virtual.
Kajian tersebut menjadi refleksi bahwa Ramadan tidak hanya menghadirkan dimensi ibadah ritual, tetapi juga momentum memperkuat kesehatan mental dan spiritual di tengah kehidupan digital yang serba cepat.
Kajian Hikmah Ramadan dipandu Dr. K.H. Abd Basit Musbachul Fitri, M.HI selaku pengurus Masjid Agung Jombang, acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jemaah. (nuh)