JAVASATU.COM- Momentum Safari Ramadan dimanfaatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik untuk mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak selama bulan puasa. Imbauan itu disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid At Taqwa, Perumahan GKGA, Desa Kedanyang, Selasa (3/3/2026).

Camat Kebomas, Tri Joko Efendi, menegaskan tradisi membangunkan sahur merupakan hal positif. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berubah menjadi pemicu konflik antar kelompok remaja.
“Membangunkan sahur itu niat baik agar puasa lebih kuat dan ibadah lebih semangat. Tapi kalau sampai berujung tawuran, madharatnya lebih besar. Ini harus kita hindari,” ujar Tri Joko di hadapan jemaah.
Ia meminta orang tua tidak lengah terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hingga dini hari selama Ramadan. Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi kunci menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kebomas.
“Kami harap para orang tua memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai kegiatan yang awalnya baik justru menimbulkan masalah,” tegasnya.
Ketua MUI Kecamatan Kebomas, KH Muhsin Munhamir, menyampaikan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid At Taqwa Desa Kedanyang, H Sutrisno, mengaku bangga atas kunjungan jajaran MUI dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Ia menyebut momen tersebut menjadi sejarah baru bagi masjid yang telah berdiri sejak tahun 2000.
“Ini kehormatan bagi kami dan jemaah. Baru kali ini masjid kami dikunjungi jajaran Forkopimcam dan MUI sejak berdiri,” katanya.
Kegiatan Safari Ramadan itu turut dihadiri Kapolsek Kebomas, Danramil, Kepala KUA, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, dan Ketua LDII Kecamatan Kebomas. Seluruh pihak sepakat menjaga suasana Ramadan tetap aman, damai, dan kondusif di wilayah Kebomas. (bas/nuh)