JAVASATU.COM- DPRD Kabupaten Gresik mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk memperbanyak pelatihan vokasi dan sertifikasi bagi pekerja lokal. Langkah ini dinilai penting agar tenaga kerja asal Gresik mampu bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan industri di wilayah tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Husnul Fiqhan, mengatakan banyak warga masih kesulitan mendapatkan pekerjaan di perusahaan karena terbentur persyaratan sertifikasi kompetensi.
“Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kesulitan masuk perusahaan karena terganjal sertifikasi. Karena itu kami mendorong Pemkab Gresik agar lebih menggalakkan pelatihan vokasi untuk mendapatkan sertifikasi,” kata Fiqhan saat pendidikan politik Partai Golkar, Minggu (8/3/2026), di dapilnya (Bungah-Manyar).
Menurutnya, perkembangan industri di Gresik menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang diakui secara formal. Karena itu, calon pekerja lokal perlu dipersiapkan melalui pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Fiqhan menambahkan, pelatihan vokasi dapat diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan. Dengan demikian, warga lokal memiliki kesempatan lebih besar memperoleh sertifikasi dan memasuki dunia kerja.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Gresik Nomor 7 Tahun 2022 yang mewajibkan perusahaan merekrut minimal 60 persen tenaga kerja lokal.
“Seluruh komponen harus dipersiapkan agar target pelaksanaan perda terkait kewajiban perusahaan merekrut 60 persen tenaga kerja lokal dapat tercapai,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Selain itu, DPRD juga meminta Disnaker Gresik lebih transparan dalam menyampaikan informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar warga dapat mengakses peluang kerja secara lebih luas.
“Kami berharap Disnaker membuka seluas-luasnya informasi lowongan kerja serta intens berkomunikasi dengan perusahaan agar peluang kerja bagi warga semakin banyak,” pungkasnya. (bas/arf)