JAVASATU.COM- Paguyuban Pokmas Kabupaten Gresik menolak rencana pengalihan pengelolaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) Lansia ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka menekankan program Permakanan Lansia harus tetap dikelola secara swakelola oleh Pokmas agar pemberdayaan juru masak lokal tidak hilang.

Ketua Paguyuban Pokmas, Saiful Anfiro, menilai keputusan pemerintah menyerahkan seluruh pengelolaan ke SPPG akan memberhentikan belasan ribu ibu rumah tangga yang selama empat tahun terakhir menjadi juru masak lansia.
“Kami berharap program Permakanan Lansia tetap berlanjut melalui Pokmas. Selama ini, belum pernah terjadi kasus keracunan, dan makanan selalu layak,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Saiful juga menegaskan, Pokmas memiliki pengalaman mengelola program ini sejak 2022, mulai dari merintis hingga menyukseskan distribusi makanan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Menurutnya, pengalihan pengelolaan ke SPPG hanya menyisakan kurir pengantar dan care giver, sehingga pemberdayaan masyarakat lokal akan hilang.
“Yang terhormat bapak Presiden RI Prabowo, Bapak Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Ipul, kami atas nama Paguyuban Pokmas Kabupaten Gresik menyampaikan agar program Permakanan Lansia tetap berlanjut melalui pengelolaan Pokmas,” ucap
Paguyuban Pokmas berharap Kementerian Sosial tetap melibatkan Pokmas sebagai pelaksana MBG Lansia dan penyandang disabilitas di tahun 2026.
“Lansia dan penyandang disabilitas adalah kelompok rentan. Keberlanjutan program melalui Pokmas penting untuk menjaga kualitas dan amanah pelaksanaan,” tambah Saiful.
Sebagai bentuk advokasi, Paguyuban Pokmas menyampaikan pesan tegas: “Soko Wargo, Kanggo Wargo, Kembalikan Permakanan Lansia ke Pokmas demi Kesejahteraan yang Lebih Nyata” dan “Satu Piring Nasi, Sejuta Peduli. Pertahankan Permakanan Lansia di Pokmas!”
Program MBG Lansia bertujuan menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas. Paguyuban Pokmas menekankan bahwa pengelolaan lokal tetap menjadi kunci keberhasilan program ini, sekaligus menjaga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. (bas/nuh)