JAVASATU.COM- Bupati Malang HM Sanusi menantang pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang untuk mampu menembus peringkat dua pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Tantangan tersebut disampaikan Sanusi usai pelantikan 39 pengurus KONI Kabupaten Malang masa bakti 2026–2028 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Sanusi, target tersebut realistis jika organisasi olahraga daerah mampu memperbaiki tata kelola serta memperkuat pembinaan atlet secara terencana.
“Manajemennya harus ditata, perencanaannya juga harus ditata. Tujuan utamanya di Porprov menjadi peringkat kedua. Kalau peringkat satu mungkin berat, tapi nomor dua insyaallah bisa asal semangat,” kata Sanusi.
Selama ini, kata dia, prestasi olahraga Kabupaten Malang masih berkutat di peringkat empat besar dalam ajang Porprov Jawa Timur. Padahal Kabupaten Malang memiliki wilayah yang luas dengan 33 kecamatan yang dinilai memiliki potensi besar melahirkan atlet berprestasi.
“Kalau urutan keempat sudah berkali-kali. Kediri saja cuma tiga kecamatan bisa ranking dua. Masak kita 33 kecamatan tetap di ranking empat? Ini harus diperbaiki,” ujarnya.
Sanusi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malang siap memberikan dukungan penuh untuk peningkatan prestasi olahraga, baik melalui dukungan anggaran maupun fasilitas pembinaan atlet.
“Semua nanti akan membantu. Tujuannya satu, prestasi. KONI tidak ada artinya kalau tidak ada prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Malang Darmadi menyatakan pihaknya akan segera melakukan pembenahan organisasi sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“KONI Kabupaten Malang akan berbenah memperbaiki tata kelola organisasi agar berjalan transparan, akuntabel, dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik,” kata Darmadi.
Ia menambahkan, pembinaan atlet akan difokuskan sejak usia dini melalui sistem pelatihan yang lebih terstruktur agar potensi atlet daerah dapat berkembang secara maksimal.
“Kami ingin menjadikan KONI sebagai rumah besar dan kawah candradimuka olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Kabupaten Malang,” ujarnya.
Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menilai prestasi olahraga Kabupaten Malang selama ini cukup konsisten dalam ajang Porprov dengan menempati lima besar, bahkan terakhir berada di peringkat empat.
“Dalam catatan kami, Kabupaten Malang konsisten di lima besar Porprov dan terakhir ranking empat. Itu bukan karena faktor tuan rumah, tapi memang karena prestasi,” ungkap Nabil.
Ia juga mendorong KONI Kabupaten Malang untuk segera melakukan pemetaan cabang olahraga unggulan yang berpotensi meraih medali emas pada Porprov mendatang.
“Olahraga itu tidak ada yang kebetulan. Prestasi harus dipersiapkan. Tentukan cabor unggulan atau nomor unggulan yang berpotensi emas,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus baru KONI Kabupaten Malang ini digelar setelah sebelumnya dilakukan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablup) pada Februari 2026, menyusul pengunduran diri ketua umum sebelumnya. (agb/arf)