email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 11 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dinkes Kota Malang Waspadai ‘Ibu Hamil Tersembunyi’ dan Risiko BBLR

by Julian Sukrisna
5 Mei 2026

JAVASATU.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang membeberkan fakta medis di balik angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 4 kasus kematian ibu (AKI) dan 46 kasus kematian bayi serta balita (AKB) yang menjadi perhatian serius dalam program “Gerak Penting”.

Ilustrasi Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa penyebab utama. (Javasatu.com)

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa penyebab utama kematian ibu di Kota Malang didominasi oleh hipertensi dalam kehamilan (eklamsi) serta pendarahan pasca-persalinan. Menurutnya, risiko ini sebenarnya bisa diminimalisir jika deteksi dini berjalan maksimal.

“Risiko tinggi itu ada yang reversible atau bisa diperbaiki, seperti hipertensi dan diabetes dalam kehamilan. Namun, ada yang irreversible seperti panggul sempit atau jarak kehamilan yang terlalu dekat. Ini yang harus kita kawal ketat,” ujar dr. Husnul.

Namun, kendala terbesar di lapangan adalah adanya ibu hamil yang sengaja menutupi status kehamilannya. dr. Husnul menyebut fenomena ini sebagai “ibu hamil yang tidak melaporkan diri”. Mereka kerap menggunakan pakaian besar untuk menyembunyikan kondisi fisik, sehingga petugas kesehatan kehilangan momentum intervensi.

Akibatnya, banyak ibu hamil baru terdeteksi saat menjelang kelahiran dalam kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini secara medis berpengaruh langsung pada bayi yang lahir dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di bawah 2.300 gram atau mengalami asfiksia (gangguan pernapasan).

“Kita harapkan keluar masuknya orang di tingkat RT bisa terdeteksi lewat kelurahan. Jika warga proaktif melapor, bidan wilayah bisa memasukkan data ke ‘Kantong Persalinan’ untuk menentukan status risiko mereka,” jelasnya.

Metode Kantong Persalinan ini menggunakan klasifikasi warna kartu: hijau untuk kondisi aman, kuning untuk risiko rendah, dan merah untuk risiko tinggi. Kartu merah akan menjadi prioritas bagi dokter spesialis Obgyn dan spesialis anak yang kini telah disiagakan di 16 puskesmas se-Kota Malang.

BacaJuga :

Jatim Punya 21 Ribu Dokter, Distribusi Masih Jadi PR

Muswil IDI Jatim Bahas Regenerasi Kepemimpinan Dokter

Melalui sistem monitoring di tingkat RT/RW, Pemkot Malang berharap seluruh ibu hamil, baik yang berisiko maupun tidak, dapat terpantau secara klinis demi mengejar target zero kematian ibu dan anak di masa depan. (jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Wapres Gibran Minta Dukungan Kiai untuk Program Presiden Prabowo di Jombang

Ahli Hukum Soroti PSU Banjararum Belum Diserahkan, Warga Dinilai Bisa Dirugikan

Warga Banjararum Asri, Estate dan View Malang Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung

MUI Gresik Ingatkan Daging Kurban Harus ASUH dan Higienis Jelang Iduladha

Kurangi Gadget, Wali Kota Malang Ajak Anak Main Permainan Tradisional

OPINI: Fiscal Space, Peluang dan Tantangan bagi Stabilitas Ekonomi

Dosen UM Tembus Forum Pendidikan Dunia, Soroti Ketangguhan Mental Siswa

OPINI: Evaluasi Transformasi Birokrasi Digital: Efektifkah Pelayanan Publik di Indonesia?

Polisi Gadungan Pemalak Warung di Gresik Ditangkap, Ngaku Anggota Polsek

OPINI: Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Smart Office di Era Digital

Prev Next

POPULER HARI INI

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Universitas Al-Qolam Malang dan NU Wujudkan Desa Maslaha di Kampungbaru Kediri

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Relokasi Pasar Gadang Malang Berjalan Lancar, Pedagang Kompak Pindah

Wayang Kulit di Trowulan Mojokerto, Kosgoro 57 Gaungkan Persatuan

BERITA LAINNYA

Wapres Gibran Minta Dukungan Kiai untuk Program Presiden Prabowo di Jombang

Ahli Hukum Soroti PSU Banjararum Belum Diserahkan, Warga Dinilai Bisa Dirugikan

Warga Banjararum Asri, Estate dan View Malang Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung

MUI Gresik Ingatkan Daging Kurban Harus ASUH dan Higienis Jelang Iduladha

Kurangi Gadget, Wali Kota Malang Ajak Anak Main Permainan Tradisional

OPINI: Fiscal Space, Peluang dan Tantangan bagi Stabilitas Ekonomi

Dosen UM Tembus Forum Pendidikan Dunia, Soroti Ketangguhan Mental Siswa

OPINI: Evaluasi Transformasi Birokrasi Digital: Efektifkah Pelayanan Publik di Indonesia?

Polisi Gadungan Pemalak Warung di Gresik Ditangkap, Ngaku Anggota Polsek

OPINI: Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Smart Office di Era Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

260 Pesilat Bertarung, IPSI Kabupaten Malang Tekankan Prestasi Tanpa Permusuhan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved