JAVASATU.COM- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Malaysia menggelar sarasehan dan buka puasa bersama pada Minggu (15/3/2026) di kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia, Kuala Lumpur.

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi serta pengenalan pengurus baru GP Ansor Malaysia kepada berbagai mitra strategis.
Sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Atase Ketenagakerjaan Harry Ayusman, Atase Riset Polri Tofik Ismail, serta Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Ferry Iswandi.
Selain itu, hadir pula perwakilan Lembaga Dakwah PBNU, Muhammad Kholil.
Bahas Perlindungan PMI
Dalam sarasehan tersebut, para peserta membahas berbagai isu strategis, terutama terkait perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Ketua PC GP Ansor Malaysia Agustina Faizin mengatakan kepengurusan baru berkomitmen menghadirkan program yang berdampak bagi komunitas Nahdliyin serta masyarakat Indonesia di Malaysia.
Ia menjelaskan salah satu fokus organisasi ke depan adalah memperkuat kemandirian ekonomi melalui rencana pendirian koperasi yang diharapkan dapat mendukung aktivitas pondok-pondok NU di Malaysia serta pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin dan PMI.
Selain itu, GP Ansor Malaysia juga mendorong digitalisasi organisasi dengan membangun media informasi yang kredibel sebagai sarana dakwah, edukasi, serta penyebaran informasi bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.
“GP Ansor Malaysia siap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KBRI Kuala Lumpur, agar program-program organisasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Agustina.
KBRI Dukung Program Diaspora
Perwakilan KBRI Kuala Lumpur menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan GP Ansor Malaysia dalam berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Indonesia di perantauan.
Ferry Iswandi menegaskan KBRI mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kebangsaan yang diinisiasi GP Ansor Malaysia.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat solidaritas sekaligus pemberdayaan komunitas diaspora Indonesia di Malaysia.
Pesan Dakwah dan Nilai Ke-NU-an
Sementara itu, Muhammad Kholil dari Lembaga Dakwah PBNU dalam tausiyahnya menegaskan kader Ansor harus siap menjadi “ujung tombak sekaligus ujung tombok” dalam menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, kebangsaan, serta pengabdian kepada umat.
Ia juga mengingatkan pentingnya berkhidmat dengan keikhlasan dan berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama, sebagaimana tertuang dalam Qanun Asasi karya Hasyim Asy’ari.
Acara berlangsung dalam suasana kebersamaan dan ukhuwah. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sekaligus pengiriman doa untuk almarhumah Nyai Suqya Rohmatin Makki binti KH Abu Hakim (Sekar Putih).
Melalui kegiatan ini, PC GP Ansor Malaysia berharap dapat memperkuat konsolidasi kader, memperluas jaringan kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di Malaysia dalam semangat khidmat, ukhuwah, dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama. (hoo/nuh)