JAVASATU.COM- Pondok Pesantren (Ponpes) Al Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik kembali menggelar tradisi Maleman 29 Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026). Kegiatan yang menjadi warisan para sesepuh pesantren ini diikuti ratusan jemaah di Masjid Salafiyah dengan suasana khidmat.

Tradisi Maleman 29 merupakan agenda rutin yang digelar setiap malam ke-29 Ramadan atau menjelang Idulfitri. Selain sebagai bentuk pelestarian tradisi pesantren, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran serta haul KH Raden Syaikhona Kholil Bangkalan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan khatmil Quran usai salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan haul, doa bersama, hingga buka puasa bersama yang melibatkan warga Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Kegiatan dipusatkan di Masjid Salafiyah dan Aula Ummu Kultsum Ponpes Al Karimi.
Ketua Takmir Masjid Salafiyah, KH Moh Amin Syam, mengatakan tradisi ini terus dijaga sebagai bentuk istiqamah dalam meningkatkan keimanan dan kebersamaan umat.
“Alhamdulillah, tradisi Maleman 29 Ramadan ini bisa terus dilaksanakan. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama Ramadan tahun ini terjadi peningkatan jumlah jamaah serta partisipasi sosial, seperti zakat fitrah dan infak.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan, kesadaran, serta mempererat kebersamaan umat dalam menyambut Idulfitri,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lora Kholili Kholil, cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan, menyampaikan kisah manaqib dan amalan yang diajarkan ulama besar tersebut.
“Amalan yang sering dilakukan di antaranya membaca Burdah dan La ilaha illallah setelah Subuh. Kami mengajak jamaah untuk mengamalkannya,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Pengasuh Ponpes Al Karimi, KH Abdul Muhshi, dan dilanjutkan ramah tamah antarjamaah.
Tradisi Maleman 29 ini diharapkan terus lestari sebagai bagian dari budaya pesantren sekaligus momentum memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. (hoo/nuh)