email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Analis Apresiasi Seruan KSP Jenderal Dudung: Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Visi Presiden

by Javasatu
8 Mei 2026

JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky Putra Tandjung, mengajak seluruh pihak untuk menghentikan narasi hoaks, provokatif, serta upaya adu domba yang marak di media sosial. Ia menilai penyebaran informasi menyesatkan, termasuk yang menyerang personal Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, bersifat tendensius, tidak objektif, dan kurang konstruktif dalam melihat persoalan secara komprehensif, serta sarat nuansa politis.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (tengah) saat berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Foto: Istimewa

Melalui organisasi Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk menjaga kerukunan serta persatuan nasional di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

Diketahui sebelumnya, KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengajak para ulama untuk memperkuat literasi masyarakat dalam menghadapi maraknya hoaks, fitnah, dan adu domba di media sosial. Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (05/05/2026), usai mengikuti Rapat Rutin Mingguan Dewan Pimpinan MUI.

Atas langkah tersebut, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Nasky menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pendekatan strategis, humanis, serta gaya kepemimpinan komunikatif KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang aktif bersilaturahmi dengan tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai langkah itu penting untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus mendukung upaya Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjaga perdamaian dunia dan memitigasi dampak konflik global terhadap stabilitas dalam negeri.

Nasky yang juga penulis buku “Politik Kaum Muda, Anak Muda dan Perubahan” menilai pesan KSP Dudung agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang memecah belah merupakan langkah objektif di tengah ketidakpastian geopolitik. Menurutnya, stabilitas keamanan nasional menjadi prasyarat penting agar Indonesia mampu bertahan dari dampak konflik internasional.

Dampak Krisis Global bagi Masyarakat

Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta ini menyoroti dampak konflik global seperti di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina yang berimbas pada kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok pangan, hingga inflasi global.

“Pemerintah, TNI, dan Polri tidak dapat menghadapi tantangan berlapis ini sendirian. Dukungan aktif dan tulus dari elemen masyarakat sipil (civil society) adalah bahan bakar utama yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Menjaga Soliditas Nasional sebagai Tanggung Jawab Bersama

Lebih lanjut, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta tersebut menegaskan bahwa semangat persatuan yang digelorakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bukan sekadar gimik, melainkan kekuatan fundamental. Menurutnya, solidaritas kebangsaan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Nasky, yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum, sependapat dengan KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bahwa meskipun Indonesia memiliki keragaman suku, agama, dan budaya, tekad untuk menjaga keutuhan NKRI harus tetap berada dalam satu barisan.

“Pesan persatuan ini selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal jika seluruh elemen bangsa mampu menghindari polarisasi yang berlebihan dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” tegasnya.

Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky Putra Tandjung. (Foto: Dok)

Ajak Publik Lebih Bijak dan Rasional

Oleh karena itu, perlu dipahami secara utuh dalam perspektif yang objektif, konstruktif, dan komprehensif, bukan sebagai upaya menghidupkan sentimen negatif. Kami menilai penting adanya pelurusan konteks agar masyarakat tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan, penggiringan opini yang tidak berdasar, serta framing negatif yang menyudutkan pribadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Nasky menilai saat ini KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman tengah fokus dan konsisten memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar KSP menjadi jembatan komunikasi dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung program strategis dalam mewujudkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Oleh karena itu, segala bentuk disinformasi yang menyerang secara personal maupun institusional sangat merugikan kepentingan publik. Hoaks, fitnah keji, dan upaya adu domba dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan dedikasi pemerintahan Prabowo Subianto,” sambungnya.

Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan nasional dan merawat persatuan bangsa yang kondusif, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan narasi yang rasional, menyejukkan, dan mempersatukan.

Menurutnya, kedewasaan berbangsa tercermin dari kemampuan mengubah setiap dinamika menjadi energi positif yang memperkuat persatuan nasional, sehingga setiap ujaran di ruang publik dapat menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan prasangka baik serta melakukan klarifikasi terhadap setiap informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi.

“Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita harus mengedepankan sikap husnuzan (prasangka baik) dan membudayakan tabayun (klarifikasi) terhadap setiap informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi. Mari melihat setiap pernyataan dari perspektif persatuan yang lebih luas,” jelasnya.

BacaJuga :

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, termasuk hoaks, fitnah, dan penggiringan opini liar yang diarahkan kepada KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

“Maka, mari kita bersatu melawan hoaks, upaya pecah belah, dan narasi provokatif agar bangsa ini semakin maju dan aman. Kita tutup celah adu domba dan kembali fokus pada agenda kebangsaan dalam mendukung kinerja pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Asta Cita bagi masyarakat,” tutupnya. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Jenderal TNI (Purn) Dudung AbdurrachmanMUINasky Milenial CenterNasky Putra Tandjung

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Santunan Anak Yatim di Ngantang, Mahasiswa KKN Al-Qolam Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Prev Next

POPULER HARI INI

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

Polemik Lapak Pasar Karangploso, Bagaimana Aturan Hukumnya?

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

Kapolres Malang Resmikan Media Center JPM, Jurnalis Pilar Kamtibmas

BERITA LAINNYA

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Santunan Anak Yatim di Ngantang, Mahasiswa KKN Al-Qolam Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved