JAVASATU.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang kini mengalami transformasi fungsi. Tidak lagi sekadar tempat pembinaan warga binaan, Lapas Malang mulai berperan sebagai pusat pelatihan kerja yang menghasilkan keterampilan dan produktivitas nyata.

Perubahan tersebut terlihat dari berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan, mulai dari pelatihan kerja, pengelolaan sentra produksi, hingga keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta unit kerja lapas.
Transformasi ini turut mendapat perhatian Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Chris Kuntadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas I Malang, Kamis (7/5/2026). Ia menilai pemasyarakatan kini tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga penguatan keterampilan kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Chris Kuntadi meninjau langsung area pelatihan kerja dan hasil produksi warga binaan yang telah berjalan di Lapas Malang.
“Kami melihat langsung bagaimana pembinaan di Lapas Malang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghasilkan keterampilan kerja yang nyata bagi warga binaan,” ujar Chris Kuntadi.
Sementara itu, Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha, menegaskan bahwa program pelatihan kerja di Lapas merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik bagi warga binaan maupun peserta magang.
“Program ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang produktif dan siap kembali ke masyarakat,” kata M. Ulin Nuha.
Di sisi lain, Kalapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar menyebut bahwa pihaknya terus mengembangkan berbagai program pelatihan berbasis keterampilan agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah memastikan warga binaan memiliki keterampilan yang bisa digunakan setelah bebas nanti. Karena itu, kami terus memperkuat program pelatihan kerja di dalam Lapas,” ujar Christo Victor Nixon Toar.
Dengan berbagai program tersebut, Lapas Kelas I Malang kini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi mulai bertransformasi menjadi pusat pelatihan kerja yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. (dop/nuh)