JAVASATU.COM- Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, kini telah mencapai progres 75 persen. Proyek yang digarap bersama oleh personel Polres Blitar Kota, jajaran Polsek, tenaga konstruksi, dan masyarakat itu ditargetkan segera rampung untuk memperlancar akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

Pengerjaan jembatan dilakukan setiap hari sejak pagi hingga sore dengan fokus pada sejumlah tahapan konstruksi, mulai dari pembuatan rangka baja, pengecatan besi, perakitan tiang cor, hingga pengecoran struktur utama jembatan.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, menegaskan pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk sinergi Polri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa.
“Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat antara Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang,” ujar AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan pembangunan dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan standar keselamatan kerja agar jembatan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami terus mendorong percepatan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan faktor keselamatan sehingga hasilnya maksimal,” tambahnya.
Antusiasme warga dalam proses pembangunan juga terlihat tinggi. Masyarakat dari kedua desa terlibat langsung melalui kerja bakti dan gotong royong untuk membantu percepatan pengerjaan jembatan.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai penting karena akan mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat akses kebutuhan pokok, hingga memangkas waktu tempuh masyarakat antarwilayah di Kecamatan Udanawu.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Sjamsul Anwar, memastikan pihaknya terus melakukan pengawalan hingga proyek selesai dibangun.
“Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi sarana vital yang mampu memperkuat konektivitas antar desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ich/arf)