JAVASATU.COM- Menjelang kelulusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun ajaran 2025/2026, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, menggenjot validasi data dan administrasi madrasah. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh kepala madrasah di MI Tarbiyatul Falahiyah, Desa Mojopetung, Selasa (5/5/2026) kemarin.

Rakor ini difokuskan untuk memastikan seluruh data siswa dan administrasi kelulusan tersusun akurat sesuai ketentuan dari Kementerian Agama (Kemenag).
“Kami minta seluruh kepala madrasah memastikan data dan administrasi benar-benar valid karena ini berkaitan langsung dengan kelulusan siswa,” ujar Pengawas Madrasah Kecamatan Dukun, Suprianto.
Selain validasi data, peserta rakor juga menerima arahan terkait regulasi terbaru dari Kemenag Gresik yang wajib dipatuhi dalam proses akhir tahun ajaran.
“Setiap kebijakan harus diikuti agar proses kelulusan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi antar kepala madrasah dalam menyamakan persepsi terkait manajemen pendidikan di tingkat MI.
“Pertemuan ini tidak hanya soal administrasi, tapi juga memperkuat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas madrasah,” ujar Kepala MI Tarbiyatul Falahiyah, Siti Amsaroh.
Ketua KKMI Dukun, Ahmad Nurus Shobah, menambahkan bahwa hasil rakor akan ditindaklanjuti melalui program kerja lanjutan.
“Kami akan merumuskan hasil rakor ini dalam rapat kerja agar bisa dijalankan secara konkret,” katanya.
Dengan langkah ini, KKMI Dukun berharap proses kelulusan MI 2026 dapat berjalan tertib, transparan, dan sesuai standar yang ditetapkan.
“Komitmen bersama sangat penting agar kualitas pendidikan madrasah tetap terjaga,” pungkasnya. (hoo/nuh)