Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Guru Besar UIN Malang Tegaskan: “Nilai Kesufian adalah Jantung Moral Pesantren”

Javasatu by Javasatu
6 Mei 2026
0

JAVASATU.COM- Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kesufian menjadi kunci utama menjaga marwah dan integritas pesantren di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Prof Barizi saat mengajar. (Foto: Javasatu.com)

Menurut Prof. Barizi, pesantren sejatinya merupakan ruang suci tempat berkumpulnya insan-insan saleh, mulai dari kiai, ustaz, hingga santri, yang semestinya menjadi teladan dalam menjauhi segala bentuk dosa dan maksiat. Oleh karena itu, ia menilai sangat ironis apabila justru muncul praktik-praktik menyimpang di lingkungan pesantren, terlebih jika dilakukan oleh figur sentral seperti kiai sebagai pemimpin utama.

“Pesantren adalah miniatur peradaban Islam di Indonesia. Di dalamnya tidak hanya diajarkan ilmu agama (tafaqquh fi al-din), tetapi juga pembentukan etika dan kesadaran spiritual yang berlangsung selama 24 jam,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, tradisi pesantren sejatinya sangat lekat dengan nilai kesucian, bahkan dalam praktik keseharian seperti menjaga wudhu (dawam al-wudhu). Jika nilai-nilai ini mulai ditinggalkan, maka potensi penyimpangan akan semakin terbuka.

Lebih lanjut, Prof. Barizi menekankan bahwa keunggulan utama pesantren dibandingkan lembaga pendidikan lain terletak pada pembentukan akhlak dan adab. Relasi antara kiai dan santri, kata dia, harus dilandasi penghormatan timbal balik. Ia mencontohkan pengalaman pribadinya selama menempuh pendidikan di Pesantren Annuqayah, di mana para kiai memanggil santri dengan sapaan penuh kemuliaan dan kelembutan, mencerminkan tingginya adab dalam interaksi.

“Akhlak bukan hanya kewajiban santri kepada kiai, tetapi juga tanggung jawab kiai dalam membimbing dengan penuh kasih dan penghormatan,” tegasnya.

Selain itu, pesantren juga membentuk kemandirian santri melalui praktik langsung dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari keterampilan hingga kewirausahaan. Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah penanaman nilai-nilai sufistik seperti tirakat, kesederhanaan (qana’ah dan zuhud), kesabaran, disiplin, hingga sikap toleransi (tasamuh), moderasi (tawasuth), dan keadilan (‘adl).

Nilai-nilai tersebut, lanjut Prof. Barizi, akan melahirkan pribadi yang rendah hati (al-faqr), tidak sombong, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Inilah karakter ideal santri yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Di tengah mencuatnya berbagai kasus penyimpangan di sejumlah pesantren, Prof. Barizi mengingatkan pentingnya melakukan refleksi dan penguatan kembali ajaran-ajaran kesufian secara serius dan konsisten.

“Pesantren harus kembali pada ruhnya. Nilai kesufian bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi utama agar lembaga ini tetap menjadi cahaya peradaban,” pungkasnya. (nuh)

Tags: Kota MalangpendidikanProf BariziSufiTasawufUIN Malang
Previous Post

Mas Dhito Dampingi Pangdam Brawijaya Tinjau Pembangunan Yonif Ketahanan Pangan

Next Post

OPINI: AI di Kantor, Antara Efisiensi Semu dan Realita Kesiapan Manusia

Related Posts

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying
Pendidikan

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026
UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI
Pendidikan

UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI

17 Oktober 2026
Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar
Pendidikan

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

17 Oktober 2026
CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik
Pendidikan

CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik

17 Oktober 2026
Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban
Pendidikan

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

13 Oktober 2026
Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas
Pendidikan

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

13 Oktober 2026
Next Post
OPINI: AI di Kantor, Antara Efisiensi Semu dan Realita Kesiapan Manusia

OPINI: AI di Kantor, Antara Efisiensi Semu dan Realita Kesiapan Manusia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
  • Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
  • DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
  • Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com