JAVASATU.COM- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang kini mulai membidik sasaran prioritas “3B”, yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.
Meski telah berjalan, cakupan layanan untuk kelompok rentan ini dilaporkan baru menyentuh angka 16 persen di wilayah Kota Malang.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito, mengungkapkan ada tantangan besar dalam validasi data di lapangan.
“Cakupan 3B yang ada di Kota Malang saat ini baru 16%. Jadi pe-er Pak Wali Kota cukup banyak, masih ada 84% lagi,” ujar Harjito, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, khusus untuk kategori ibu hamil saja, tercatat ada sekitar 12.000 sasaran yang harus terlayani.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui bahwa penanganan kelompok 3B memang belum maksimal dan sedang dalam tahap pendataan ulang.
“Ini belum tertangani maksimal di Kota Malang. Karena kami sedang mendata kembali agar MBG bisa tepat sasaran ke mereka,” kata Wahyu.
Guna mengejar target tersebut, Pemkot Malang menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk melakukan verifikasi data hingga tingkat paling bawah.
BGN memprediksi, jika seluruh data 12.000 ibu hamil dan balita ini sudah terverifikasi, jumlah unit dapur SPPG di Malang akan ditambah signifikan.
“Kalau sudah masuk semua, ada kemungkinan SPPG di Kota Malang bisa bertambah 20-25 unit,” ungkap Harjito.
Langkah percepatan ini akan melibatkan koordinator kecamatan (korcam) dan kader lingkungan untuk menyisir data di setiap RW.
Nantinya, data dari daerah akan disandingkan dengan data pusat seperti Dapodik, Emis Kemenag, hingga data Kemendukbangga.
Wahyu Hidayat menambahkan, penambahan jumlah dapur SPPG sangat dimungkinkan demi mencukupi kebutuhan gizi kelompok 3B tersebut.
“Tidak menutup kemungkinan kami perlu ada tambahan SPPG untuk mencukupi kebutuhan 3B,” tegasnya. (jup)