JAVASATU.COM- Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik turun langsung melakukan pendampingan psikososial terhadap anak-anak di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amin, Kamis (7/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mental dan emosional santri tetap terjaga.

Pendampingan dilakukan bersama tim dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta tenaga pendamping yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen awal terhadap anak-anak terdampak.
Hasil asesmen menunjukkan terdapat empat santri yang mengalami dampak emosional dan membutuhkan perhatian serta pendampingan lanjutan. Meski demikian, secara umum aktivitas para santri masih berjalan normal seperti biasa.
Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, mengatakan kesehatan mental anak menjadi perhatian penting yang harus dijaga bersama, terutama dalam situasi yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis mereka.
“Setiap anak memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan perasaan dan emosinya. Karena itu, peran orang tua, guru, pengasuh, maupun lingkungan sekitar sangat penting untuk hadir, mendengarkan, dan memberikan dukungan kepada anak,” ujar Titik.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan suportif menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas emosional anak agar proses tumbuh kembang tetap berjalan baik.
Sebagai tindak lanjut, Dinas KBPPPA Gresik bersama Puspaga Dewi Sekardadu dan UPT PPA juga menggelar layanan konseling dan terapi psikologis pada Jumat (8/5/2026) dengan melibatkan psikolog pendamping untuk anak-anak terdampak.
“Pendampingan psikologis ini penting agar kondisi emosional anak tetap stabil dan mereka merasa aman dalam lingkungan sekitarnya,” katanya.
Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dan layanan pendampingan bagi anak-anak, termasuk memastikan hak anak atas rasa aman dan dukungan psikososial terpenuhi. (bas/arf)