JAVASATU.COM- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Bawean, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur 2026 di Hotel Aston Gresik, Jumat (8/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri pengurus IDI dari 34 cabang se-Jawa Timur itu, Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, menyoroti masih terbatasnya tenaga dokter spesialis di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Karena itu, Pemkab Gresik menyiapkan program pembiayaan pendidikan dokter spesialis melalui APBD untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah yang masih kekurangan layanan kesehatan.
“Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” ujar Gus Yani, dalam keterangan tertulis Prokopim Kabupaten Gresik.
Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kedokteran.
Selain persoalan distribusi dokter, Gus Yani juga menyoroti meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan generasi muda yang membutuhkan penanganan serius lintas sektor.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat,” katanya.
Muswil IDI Jawa Timur 2026 sendiri diikuti 156 peserta dari 34 cabang IDI serta puluhan organisasi dokter spesialis dari berbagai daerah di Jawa Timur. (bas/arf)