JAVASATU.COM- Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengajak anak-anak di Kota Malang untuk mengurangi penggunaan gadget dan kembali memainkan permainan tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal sekaligus membangun interaksi sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri kegiatan “Merangkai Potensi Anak, Perempuan, Lansia, dan Penyandang Disabilitas” yang digelar Kecamatan Lowokwaru di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (10/5/2026).
“Kami ingin permainan tradisional tetap hidup sebagai bagian dari kearifan lokal Kota Malang,” ujar Wahyu.
Menurutnya, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, mulai dari melatih kerja sama, sportivitas, hingga mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.
Kegiatan bertema “Harmoni Kreativitas Tanpa Batas Menuju Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas” itu juga diramaikan berbagai permainan tradisional, olahraga bersama, pertunjukan kreativitas warga, serta pameran produk UMKM dari 12 kelurahan di Kecamatan Lowokwaru.
“Ini kegiatan rutin yang sangat baik karena merangkul UMKM, anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Saya yakin mereka memiliki kemampuan dan potensi luar biasa yang harus terus kita dukung bersama,” katanya.
Wahyu menilai permainan tradisional perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan teknologi dan budaya digital yang semakin dominan.
Selain itu, Pemerintah Kota Malang disebut terus mendorong ruang kreativitas dan pembinaan bagi anak, perempuan, lansia, hingga penyandang disabilitas melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin mereka bisa menunjukkan kemampuan dan keahliannya. Pemerintah hadir untuk memberikan pembinaan dan dukungan agar mereka dapat berkembang dan tidak kalah dengan yang lain,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Camat Lowokwaru Rudi Cahyono Catur Utomo mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi masyarakat sekaligus wadah apresiasi bagi berbagai kelompok usia dan komunitas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi anak, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, sekaligus pelaku UMKM agar potensi yang dimiliki dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran DPRD Kota Malang, Forkopimcam, lurah se-Kecamatan Lowokwaru, TP PKK, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM. (jup)