JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik mengingatkan pentingnya pengelolaan daging kurban yang memenuhi prinsip ASUH atau Aman, Sehat, Utuh, dan Halal menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pesan itu disampaikan dalam Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar MUI Kecamatan Bungah di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Al Istiqomah, Desa Sukorejo, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti panitia kurban se-Kecamatan Bungah sebagai upaya meningkatkan kualitas penyembelihan hewan kurban serta pengelolaan daging agar tetap higienis sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib menegaskan, kualitas daging kurban harus menjadi perhatian utama panitia agar masyarakat menerima daging yang layak konsumsi.
“Jangan sampai daging kurban ketika diterima masyarakat kualitasnya kurang baik,” ujar Kiai Rofiq.
Menurutnya, proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya berkaitan dengan syariat Islam, tetapi juga menyangkut kualitas kesehatan daging yang dikonsumsi masyarakat.
“Tujuan penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual pemotongan, melainkan ibadah yang di dalamnya terdapat rukun dan syarat wajib agar daging yang dihasilkan benar-benar halalan thayyiban, bergizi dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam pelatihan itu, dr Riris memberikan edukasi terkait penanganan dan penyimpanan daging kurban agar tidak mudah terkontaminasi bakteri maupun penyakit.
“Pentingnya penanganan daging yang benar karena daging merupakan sumber protein utama namun rentan terhadap kontaminasi dan risiko penyakit,” kata dr Riris.
Ia menjelaskan, standar ideal daging kurban harus memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
“Aman berarti bebas dari bibit penyakit dan residu obat, sehat karena bergizi tinggi dan bermanfaat bagi tubuh, utuh tidak dicampur bagian hewan lain, serta halal karena ditangani sesuai syariat Islam,” paparnya.
Selain materi kesehatan, peserta juga mendapat pelatihan teknis penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam yang dipandu langsung Tim Juleha Kabupaten Gresik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Bungah KH Fathan Anwari, Camat Bungah Moh Izzul Muttaqin, serta sejumlah pengurus MUI Kabupaten Gresik. (bas/arf)