JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) membangun dan menyerahkan 35 unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik. Program ini dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai sekitar Rp1,25 miliar.

Peresmian dan serah terima rumah dilakukan pada Kamis (21/5/2026) sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus penataan kawasan permukiman kumuh di wilayah perkotaan Gresik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan program ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dan sektor korporasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Alhamdulillah, kami melihat langsung kondisi rumah warga yang sebelumnya sering bocor dan tergenang saat hujan. Sekarang jauh lebih layak, sehat, dan nyaman. Ini bukan sekadar bangunan, tapi bentuk kehadiran negara untuk masyarakat,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional penyediaan tiga juta rumah yang masuk dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kawasan Pulopancikan sendiri telah menjadi lokasi prioritas revitalisasi sejak 2017.
Kepala Bappeda Kabupaten Gresik, Edy Hadi Siswoyo, menjelaskan pembangunan 35 rumah tersebut menggunakan dana CSR PT SMF Tahun Anggaran 2025 dengan nilai rata-rata bantuan sekitar Rp35,9 juta per unit.
“Pelaksanaannya melibatkan BKM dan KSM sehingga masyarakat ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan. Ini penting agar tumbuh rasa memiliki terhadap rumah dan lingkungan,” kata Edy.
Salah satu penerima manfaat, Titik (60), mengaku kini tidak lagi khawatir rumahnya kebanjiran seperti sebelumnya saat musim hujan tiba.
“Dulu rumah saya sering kebanjiran kalau hujan. Sekarang sudah ditinggikan, tidak banjir lagi. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih,” tuturnya.
Selain pembangunan rumah, Pemkab Gresik juga melakukan penataan kawasan Pulopancikan secara menyeluruh, mulai dari drainase, sanitasi, jalan lingkungan, hingga pengelolaan sampah. Kawasan ini juga berada di wilayah heritage yang berdekatan dengan Bandar Grissee, Kampung Arab, dan Kampung Pecinan.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian warga, tetapi juga memperkuat penataan kawasan bersejarah agar lebih tertata, sehat, dan layak huni. (bas/arf)