JAVASATU.COM- Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik tidak hanya memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Sekolah yang berada di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, tersebut juga mengembangkan program pembiasaan membaca Al-Qur’an dan tahfiz.

Selain program keagamaan, sekolah menerapkan kurikulum nasional serta menyediakan bimbingan belajar tambahan untuk mendukung kemampuan akademik peserta didik.
Perwakilan Dinas Sosial Gresik dr. Yumna Qolimatul Aza mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik memiliki sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran. Sekolah tersebut berdiri di atas lahan 6,5 hektare dengan 26 gedung.
“Selain menerapkan kurikulum nasional, sekolah juga mengembangkan program unggulan berupa pembiasaan membaca Al-Qur’an, tahfiz, serta bimbingan belajar tambahan,” jelas Yumna.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut membina 405 peserta didik. Mereka terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA.
Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pemerintah memberikan berbagai kebutuhan utama siswa secara gratis, mulai seragam, perlengkapan belajar hingga konsumsi.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter, akhlak dan kemandirian juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta akhlakul karimah,” ujar Fandi.
Menurut Bupati Yani, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045, ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” ungkapnya. (bas/arf)