JAVASATU.COM- Suara seperti rintik hujan membangunkan Edi (45) dari tidurnya pada Jumat (31/7/2026) malam. Namun, saat keluar rumah, warga Desa Kebon Cau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, itu justru mendapati kebun di seberang rumahnya terbakar.

Edi mengaku awalnya tidak menyangka suara yang didengarnya berasal dari kobaran api. Setelah melihat ke luar rumah, api sudah membakar vegetasi kering di area kebun dan memunculkan kepulan asap tebal.
“Awalnya saya kira hujan karena terdengar seperti suara rintik-rintik. Pas keluar rumah ternyata kebun di seberang rumah sudah terbakar,” ujar Edi, kepada Javasatu.com.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Melihat api terus membesar, Edi segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumedang agar kobaran api tidak merembet ke area yang lebih luas.
Kebakaran itu kemudian ditangani petugas Damkar Pos Conggeang. Komandan Regu (Danru) Pos Damkar Conggeang, Adeu J, mengatakan dugaan awal kebakaran berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan hingga api merembet ke lahan kering di sekitarnya.
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 200 meter persegi,” kata Adeu.
Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu sekitar 19 menit sehingga tidak sempat meluas ke area lainnya.
Kepulan asap dari kebakaran sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
Adeu mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api ketika membakar sampah maupun sisa rerumputan. Kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah merembet dan memicu kebakaran lahan.
“Kalau membakar sampah atau sisa rerumputan, jangan ditinggalkan. Pastikan api benar-benar padam dan tetap dipantau agar tidak merembet ke lahan sekitar,” ujarnya. (eko/arf)