JAVASATU.COM- Lulusan SMAN 3 Malang, Sabrina Yeira Arisandra, berhasil meraih medali perunggu dalam International Biology Olympiad (IBO) 2026 di Vilnius, Lithuania. Prestasi tersebut turut mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia di kompetisi biologi tingkat dunia.

IBO 2026 digelar pada 12-19 Juli 2026 dan diikuti 302 peserta dari 78 negara. Indonesia mengirimkan empat wakil dalam ajang tersebut dan berhasil membawa pulang satu medali emas, dua perak, serta satu perunggu yang diraih Sabrina.
“Semoga kami nanti di IBO 2026 bisa meraih target medali emas dan melanjutkan tradisi yang sudah ada bagi Indonesia,” ujar Sabrina saat mengikuti proses pembinaan nasional sebelum keberangkatan ke Lithuania, beberapa hari lalu.
Sabrina menjadi salah satu dari empat pelajar Indonesia yang terpilih mengikuti IBO 2026 setelah melewati rangkaian seleksi dan pembinaan nasional. Perjalanan menuju Lithuania menjadi tantangan tersendiri bagi delegasi Indonesia. Sabrina mengungkapkan penerbangan menuju Lithuania memakan waktu sekitar 19 jam.
Perjalanan tersebut sempat diwarnai kendala ketika koper salah satu anggota delegasi Indonesia hilang saat tiba di Lithuania. Namun, persoalan tersebut dapat diatasi sehingga seluruh delegasi tetap mengikuti rangkaian kompetisi.
Dalam IBO 2026, peserta diuji melalui rangkaian kompetisi teori dan praktikum. Materi praktikum mencakup sejumlah bidang, di antaranya biologi sel molekuler dan biokimia, bioinformatika tumbuhan, fisiologi hewan, serta morfologi dan sistematika hewan.
Amerika Serikat dan China menjadi salah satu negara yang dinilai memiliki peserta kuat dalam kompetisi tersebut. China kemudian keluar sebagai juara umum IBO 2026.
Medali perunggu IBO 2026 menjadi capaian lanjutan Sabrina di bidang sains. Sebelumnya, dia meraih medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 dan mengikuti pemusatan latihan nasional sejak November 2025 sebagai persiapan menuju kompetisi internasional.
Meski telah lulus dari SMAN 3 Malang, Sabrina masih aktif membantu membimbing adik kelasnya yang mengikuti pembinaan olimpiade. Dia juga bertekad melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral dan menekuni dunia penelitian.
Pembina OSN SMAN 3 Malang, Dwi Sulistiarini, mengatakan prestasi tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan yang dilakukan sekolah secara berkelanjutan.
“Pembinaan olimpiade di sekolah dilakukan secara terstruktur untuk mengembangkan potensi siswa sesuai bidang yang diminatinya,” ujar Dwi.
SMAN 3 Malang telah menjadikan olimpiade sains sebagai salah satu program unggulan sejak 2006. Sekolah juga menyediakan kelas khusus bagi siswa yang berminat mengikuti olimpiade serta bekerja sama dengan Tim Olimpiade Biologi Indonesia untuk memberikan pelatihan lanjutan.
Prestasi Sabrina di IBO 2026 menjadi catatan tersendiri bagi pembinaan talenta sains di SMAN 3 Malang. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pelajar Indonesia mampu bersaing di kompetisi biologi tingkat internasional. (dop/arf)