JAVASATU.COM- Siapa 70 ribu orang yang disebut dalam hadis sebagai golongan yang masuk surga tanpa hisab? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam kajian Majelis Siji saat menggelar sholawat dan kirim doa dalam rangka haul Nyai Ageng Tumekang Sari di Pesarean Nyai Ageng Tumekang Sari, Jalan Panglima Sudirman Gang 6, Gresik, Jumat (7/8/2026).

Kajian yang dirangkai dengan pembacaan sholawat dan doa bersama tersebut menghadirkan KH Muhammad Zainul Amin Ismail. Ia membahas bab Yaqin dan Tawakkal dari kitab Riyadhus Sholihin, termasuk hadis mengenai golongan yang disebut mendapat keistimewaan masuk surga tanpa hisab.
Dalam kajiannya, KH Zainul menjelaskan bahwa hadis tersebut menyebut 70 ribu orang yang tidak meminta pertolongan kepada dukun, tidak melakukan praktik ramalan atau amalan jahiliyah, serta bertawakal kepada Allah dalam berbagai urusan.
“Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta kepada dukun dan tidak meramal, hanya kepada Allah mereka bertawakal atas segala urusannya,” ujar KH Zainul Amin Ismail saat menyampaikan kajian.
Menurut KH Zainul, kisah tersebut juga menceritakan seorang sahabat bernama Ukasyah yang meminta kepada Rasulullah SAW agar didoakan termasuk dalam golongan yang memperoleh keistimewaan tersebut. Rasulullah kemudian mendoakannya.
Kisah itu disampaikan sebagai pengingat kepada jamaah agar memperkuat keyakinan dan tawakal kepada Allah serta menjauhi praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Semoga kita semua dijadikan orang-orang yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan hingga termasuk ke dalam golongan orang-orang yang masuk surga tanpa hisab,” katanya.
Selain membahas hadis tersebut, KH Zainul mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an mengenai tawakal. Salah satunya Surat Ath-Thalaq ayat 3 yang menyebut bahwa orang yang bertawakal kepada Allah akan diberikan kecukupan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ia juga mengingatkan jamaah bahwa keimanan perlu disertai keyakinan kepada Allah. Dalam Surat Al-Anfal ayat 2, orang-orang beriman digambarkan sebagai mereka yang ketika nama Allah disebut, hatinya bergetar dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan, imannya bertambah serta bertawakal kepada-Nya.
Rangkaian kegiatan Majelis Siji tersebut digelar dalam suasana sholawat, doa bersama, dan pengajian. Jamaah juga mendoakan para habaib, kiai, masyayikh, serta seluruh umat agar diberikan kebaikan dan keberkahan dunia maupun akhirat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Majelis Siji yang mengusung semangat istiqomah dan ikhlas serta mengajak jamaah untuk terus memperbanyak amal kebaikan. (bas/jup)