Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

KH Istamar Singosari Tak Bisa Melihat Namun Dapat Membaca Al Qur’an

Syaiful Arif by Syaiful Arif
27 Februari 2021
1

Javasatu,Malang- Pada tahun 1950 an, KH Istamar Hanafi mendirikan sebuah tempat pembelajaran Al Qur’an di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KH Istamar Hanafi, Pendiri PTSQ. (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Seorang cucunya bernama Ahmad Nahru Ulum (Gus Nahru) menceritakan, tempat pembelajaran itu sekarang bernama Pesantren Tahfidz Syafa’atul Qur’an (PTSQ).

“Kala itu beliau (KH Istamar, red) belum mengalami kebutaan (masih bisa melihat)” kata Gus Nahru, yang sekarang mengasuh PTSQ itu, Kamis (25/2/2021).

Awalnya PTSQ itu hanya berupa musala kecil di tengah pemukiman penduduk Desa Langlang Singosari. Pendirian musala bertujuan sebagai tempat mengaji dan menimbah ilmu agama Islam kala itu untuk masyarakat desa Langlang Singosari dan sekitar seperti Kepuh, Bunder, Bunut, Balong, Ngenep, dan Genitri.

Namun, keinginan tak sesuai kenyataan, tak banyak masyarakat desa yang mau melakukan kegiatan agama di tempat itu.

Hingga dengan sabar, ikhlas dan telaten KH Istamar setiap hari harus berjalan keliling kampung di Desa Langlang dan sekitarnya untuk memberikan pembelajaran membaca Al Qur’an (mengaji) dan Sholat lima waktu di rumah penduduk.

Dengan kegigihan KH Istamar, sedikit demi sedikit, masyarakat mau menunaikan sholat lima waktu dan mengaji di musala yang ia bangun.

KH Istamar Tak Bisa Melihat ‘Mengalami Kebutaan’

KH Istamar Hanafi (kiri), Nyai Siti R (kanan). (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Gus Nahru mengatakan, memasuki awal tahun 1960 an, saat itu KH Istamar berusia 40 tahun. Suatu hari pada bulan Ramadhan masyarakat desa sedang melaksanakan sholat Tarawih berjamaah di musala (sekarang menjadi PTSQ, red), ditengah sholat Tarawih di desa setempat itu ada sekelompok masyarakat menggelar pertunjukan Tayub.

“Dianggap Mbah Istamar tayuban itu mengganggu orang-orang sholat tarawih, mbah mendatangi pertunjukkan untuk menyuruh berhenti, tapi salah satu orang yang berkuasa di tayub itu tidak terima. Saat itu Mbah Istamar belum hafal Al Qur’an” ungkap Gus Nahru.

Adanya kejadian itu, orang yang berkuasa tidak terima kepada KH Istamar, dikatakan Gus Nahru, setelah kejadian itu KH Istamar mengalami kebutaan atau matanya tidak bisa melihat.

“Tapi hanya Allah SWT yang memiliki kehendak semuanya. Bukan karena mereka yang membutakan mbah tap itu semua karena Allah” tegas Gus Nahru.

Perjalanan KH Istamar Hanafi Menghafal Al Qur’an

KH Asnawi Ishaq (kiri), KH Mufid Mas’ud (kanan). (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Dalam kondisi mengalami kebutaan, dituturkan Gus Nahru, masih di bulan puasa Ramadhan, KH Istamar bertemu dengan KH. Mufid Mas’ud Krapyak Yogyakarta yang kebetulan memimpin sholat tarawih di salah satu masjid di Singosari setiap bulan Ramadhan.

“Saat itu mbah (KH Istamar, red) bercerita kepada KH Mufid usai mengalami kebutaan, mbah ngendikan saat tidur bermimpi diberi tombak dan Al Qur’an oleh Bung Karno. Terus KH Mufid ngendikan, berati sampeyan disuruh menghafakan Al Qur’an untuk meningkatkan derajat sampeyan” cerita Gus Nahru.

Usai bertemu KH Mufid, dalam kondisi tak bisa melihat berangkatlah KH Istamar bersama sang istri untuk memperdalam ilmu Al Qur’an ke Krapyak Yogyakarta.

Selama ditinggal ke Yogyakarta, PTSQ (dahulu masih berupa surau kecil pusat mengaji orang desa), diamanahkan kepada KH Asnawi Ishaq (ayah kandung Gus Nahru Ulum).

“Pada saat mbah (KH Istamar) menunjuk ayah saya (KH Asnawi) untuk memangku pesantren dulu seakan sudah diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Ayah datang ke Singosari juga atas petunjuk mimpi. Ayah saya lulusan Kencong. Ayah tidak pernah menginjakkan kaki di Singosari, kala itu, KH Istamar sedang mencari orang alim untuk bisa mengasuh pesantren selama ditinggal beliau ke Yogyakarta. Singkat cerita bertemu lah dengan KH Asnawi” terang Gus Nahru.

KH Istamar dalam kondisi tidak bisa melihat, dengan sabar sang anaknya bernama ibu Nyai Sya’adah (ibu Gus Nahru) menuntun menghafal Al qur’an lafadz demi lafadz, hingga akhirnya dalam waktu 8 bulan KH Istamar berhasil menjadi seorang hafidz.

“Ibu sekarang masih ada, alhamdulillah” ucap Gus Nahru.

Setelah menghafal Al Qur’an di Yogyakarta, KH Istamar kembali lagi ke Singosari. Dan kepengurusan pesantren diserahkan kembali kepada KH Istamar.

“Ayah mboten wantun ngurusi pondok, nopo jare mbah mawon (Ayah tidak berani mengurusi pondok, diserahkan ke mbah kembali). Mbah bilang gak usah diberi pembelajaran atau ngaji kitab, karena menghafal Al Quran saja sudah berat. Dan ayah saya tidak lagi memanggil ayah mertua kepada KH Istamar, namun memanggil Kyai. Sebuah bentuk takdzim” ungkap Gus Nahru menirukan cerita kala itu.

Peralihan KH Asnawi Ishaq kepada Sang Putra ‘Gus Nahru’

KH Asnawi Ishaq. (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Singkat cerita, tongkat kepemimpinan Pesantren Tahfidz Syafa’atul Qur’an (PTSQ) saat ini dipegang oleh cucu KH Istamar Hanafi, yang juga anak kandung KH Asnawi Ishaq yaitu Gus Nahru Ulum.

Gus Nahru, seorang hafidz yang juga lulusan dari Universitas Brawijaya (UB), kini, ia telah mengasuh pesantren tahfidz yang memiliki ratusan santri di Desa Langlang Singosari Kabupaten Malang.

Menurut Gus Nahru, menghafal Al Qur’an itu harus dari hati, artinya harus ada keterkaitan bathin dengan Al Qur’an.

“Menghafal Al Qur’an dengan cepat, maka akan cepat lupa juga. Seorang mau menghafal Al Qur’an jenjangnya berbeda beda, ada yang cepat ada yang sampai puluhan tahun” kata Gus Nahru, Kamis (25/2/2021).

Alumni PTSQ Langlang Singosari. (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Diungkapkan Gus Nahru, untuk itu dalam rangka memperingati Haul Akbar KH Istamar Hanafi ke-34 ia berpesan bahwa, dalam menimbah ilmu agama Islam carilah sumber yang benar-benar kredibel dan bisa dipertanggung jawabkan, terutama dalam menghafal Al Qur’an.

“Dalam mencari ilmu yang dilihat pertama adalah Guru. Carilah guru yang sanadnya Rasulullah, guru amaliyah tidak jauh dari Al Qur’an, guru yang ikhlas, ahli riyadho, doa nya itu yang penting, karena gurunya itu yang penting bukan lafadznya. Ruhnya itu yang paling penting, itu ilmu sejati. Kalau lafadznya itu ilmu pengetahuan sepeti kuliah. Barokahnya seorang kyai itu kuncinya” pungkas Gus Nahru.

Sebagai tambahan informasi, Haul Akbar KH Istamar Hanafi ke-34 dan Reuni Alumni Santri Ponpes Syafa’atul Qur’an Langlang Singosari Kabupaten Malang akan dilaksanakan pada 27 Februari 2021. Acara digelar mulai pukul 05.00 Wib. (Saf)

Tags: Haul KH IstamarHuman InterestKH Asnawi IshaqKH Istamar HanafiKH Mufid Mas'udPesantren Krapyak YogyakartaPesantren Tahfidz Syafa'atul Qur'anPonpes SingosariPTSQ Langlang Singosari
Previous Post

Perangkat Kecamatan Gresik Beserta Kades dan Lurah Jalani Vaksinasi Covid-19

Next Post

Anggota Bawaslu Gresik Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Related Posts

Maulid Nabi di Gresik, Anak Jalanan: Kami Merasa Dianggap sebagai Warga
Human Interest

Maulid Nabi di Gresik, Anak Jalanan: Kami Merasa Dianggap sebagai Warga

25 Agustus 2026
Bocah 10 Tahun Kayuh Sepeda Jenguk Ayah di Tahanan Polres Situbondo
Human Interest

Bocah 10 Tahun Kayuh Sepeda Jenguk Ayah di Tahanan Polres Situbondo

30 Juli 2026
Siswi MI Tsamrotul Ulum Tanjungwidoro Bawa Pulang Emas dari Ma Chung
Pendidikan

Siswi MI Tsamrotul Ulum Tanjungwidoro Bawa Pulang Emas dari Ma Chung

25 Mei 2026
Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi
Kesehatan

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

27 April 2026
Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Next Post
Anggota Bawaslu Gresik Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Anggota Bawaslu Gresik Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Comments 1

  1. Ping-balik: Haul Ke-34 KH Istamar Singosari Malang dan Reuni Santri - Harmony Society - Javasatu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
  • Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
  • DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
  • Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com