JAVASATU.COM-MALANG- Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan pendeteksian dini penyakit tidak menular (PTM) di Perkantoran Terpadu Kota Malang, Senin (11/7/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan, jemput bola ini dilakukan terlebih bagi pegawai/karyawan yang seringkali terbentur dengan jam kerja, sehingga tidak bisa hadir ketika ada pemeriksaan seperti ini.
“Jadi sementara kita mulai dengan karyawan Pemkot Malang dulu. Nantinya dilanjutkan karyawan swasta dan di tempat umum. Istilahnya jemput bola,” ujarnya.

Tidak hanya di Perkantoran Terpadu, sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan serupa di Balai Kota Malang yang menyasar para pegawai di dalamnya.
Masyarakat usia produktif di Kota Malang kurang lebih berjumlah 600-ribuan jiwa. Di usia tersebut dirasa perlu dilakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, lingkar perut, dan sampai pemeriksaan lab gula darah.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang drg. Muhammad Zamroni mengungkapkan, persentase terbesar untuk PTM di Kota Malang sekitar 30% diantaranya adalah hipertensi dan diabetes.
“Pelayanan skrining ini bisa dilaksanakan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang ada di dekat posyandu atau di puskesmas. Namun capaiannya kurang maksimal, sehingga kita lakukan jemput bola periksa gratis atau Jebol Perintis PTM,” jelas Zamroni.

Sementara itu, penerima jasa pelayanan kesehatan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Yuniar Firmansyah mengatakan, dia senang karena ada perhatian dari Dinas Kesehatan Kota Malang terkait pemeriksaan PTM. Menurutnya, pemeriksaan PTM ini perlu untuk mengetahui gejala dini tentang PTM.
“Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari tim medis Dinas Kesehatan. Saya berharap tidak sampai terkena PTM ini,” pungkasnya. (Jks)