email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 13 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kapan Indonesia dan Asia Tenggara Mendapatkan Nobel Sastra?

by Redaksi Javasatu
9 Oktober 2022
ADVERTISEMENT

Kapan Indonesia dan Asia Tenggara Mendapatkan Nobel Sastra?

Oleh: Denny JA

Tahun ini, 2022, baru saja panitia Nobel memilih sastrawan Perancis, Annie Ernaux mendapatkan Nobel Sastra. Kapankah sastrawan Indonesia, bahkan Asia Tenggara, mendapatkan hadiah Nobel itu?

Sejak hadiah itu pertama kali diberikan di tahun 1901, 121 tahun lalu, tak pernah sekalipun sastrawan Indonesia, dan Asia Tenggara menerimanya.

Terlepas dari aneka kontroversi, hadiah Nobel Sastra tetap penting untuk mendinamisasi dunia sastra sebuah bangsa.

Mimpi agar ada warga negara Indonesia, atau Asia Tenggara suatu saat memperolehnya, itu mimpi yang sehat, untuk mutu sastra.

Banyak kasus sastrawan itu dinominasikan berkali- kali untuk nobel sastra.

Robert Frost, penyair terkenal dan berpengaruh itu, bahkan sudah dinominasikan Nobel sastra hingga 31 kali. Ini nominasi paling banyak dalam sejarah. Namun tetap saja Frost tak pernah mendapatkan Nobel Sastra.

BacaJuga :

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

William Buttler Yeats dinominasikan nobel sastra tujuh kali (1902, 1914, 1915, 1918, 1921, 1922, 1923). Ia mendapatkan nobel sastra pada pencalonannya yang ketujuh (1)

Karena itu pula, saya pribadi menyambut gembira ketika panitia nobel Swedia mengundang komunitas puisi esai untuk ikut mencalonkan pemenang Nobel Sastra dari Indonesia di tahun 2021.

Ketika para penyair komunitas puisi esai bertemu dari Aceh hingga Sulawesi Utara di awal tahun 2022, semua mereka bersama melihat surat fisik undangan dari panitia nobel Swedia itu.

Ketika saya yang dicalonkan oleh komunitas puisi esai untuk nobel sastra itu, saya menyambutnya dengan lebih gembira lagi.

Itu bukan karena saya yakin akan menang, tapi ini cara mendinamisasi sastra Indonesia ke tingkat internasional.

Bahkan saya pun tak keberatan dinominasikan berkali- kali hingga 31 kali seperti Robert Frost, namun tak pernah menang sekalipun. Atau dinominasikan 7 kali seperti WB Yeats dan baru menang untuk nominasi yang ketujuh.

Juga dengan gembira mendorong sastrawan Indonesia dan Asia Tenggara lain untuk ditampilkan.

Sekali lagi, nominasi itu disambut gembira karena meyakini ia memberi efek bagi dinamisasi sastra sebuah bangsa.


Media Guardian, di tahun 2010, mengumpulkan para ahli sastra. Mereka berdiskusi siapakah novelis terbesar sepanjang masa?

Siapakah penulis yang tak hanya tinggi pencapaian estetik nya, tapi juga karyanya dibaca sangat luas dan berpengaruh? (2)

Para ahli bersepakat dengan satu nama: Leo Tolstoy (1828-1910).

Pengaruh Tolstoy tak hanya di dunia sastra, terutama genre historical fiction. Gaya hidupnya yang non- kekerasan bahkan mempengaruhi Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan banyak lagi.

Tapi Tolstoy tak pernah menerima hadiah Nobel Sastra. Tolstoy memang pernah dicalonkan di tahun 1902, 1903, 1904, 1905, hingga 1906. Tapi ia diabaikan oleh panitia Nobel Sastra.

Tak ada yang salah di sini. Fakta ini menunjukan satu soal saja: subyektivitas panitia Nobel Sastra dan soal selera sastra.

Yang menang Nobel sastra memang belum tentu yang terbaik, atau yang paling berpengaruh.

Yang menang adalah mereka yang sesuai dengan selera juri panitia Nobel Sastra.

Tapi tetap saja, hadiah Nobel sastra itu penting, dihormati, dan tak perlu digugat pilihannya.

Hadiah Nobel Sastra itu baik untuk mendinamisasi sastra sebuah bangsa, terutama Indonesia dan Asia Tenggara, yang belum pernah memperolehnya.(***)


Minggu 9 Oktober 2022, dikirim oleh: Akaha Taufan Aminudin, Koordinator Persatuan Penulis Indonesia Satupena Jawa Timur.

Akaha Taufan Aminudin. (Foto: Istimewa)

Sekretariat Satupena Jawa Timur: Jalan Abdul Jalil 2 Sisir Kota Batu Wisata Sastra Budaya.

(Foto: Istimewa)

CATATAN:
1. Robert Frost pernah dicalonkan nobel sastra hingga 31 kali
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Robert_Frost
2. Leo Tolstoy dianggap novelis terbesar sepanjang sejarah, namun tak pernah memperoleh Nobel Sastra.
https://amp.theguardian.com/global/2010/jan/06/leo-tolstoy-greatest-writer

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Akaha Taufan AminudinDenny JASatupenaSatupena Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kopsyah MUI Salurkan Zakat Maal Rp834 Juta untuk 4.090 Mustahiq

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Gresik Ungkap 78 Kasus dan Amankan 85 Tersangka

Siswa MI Miftahul Ulum Bulangan Gresik Kemah Ramadan dan Santuni Yatim

Analis: Jabatan Kapolri Hak Prerogatif Presiden Sesuai Arsitektur Konstitusi

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Musnahkan 1.659 Botol Miras

Kapolres Gresik Cek Pos Pelayanan Bunder, Pastikan Mudik Lebaran 2026 Aman

Tradisi Kolak Ayam Sanggring di Gresik Bertahan 5 Abad

Motor Korban Curanmor di Malang Dikembalikan Gratis, Warga: “Alhamdulillah Ketemu”

Musrenbang RKPD Blora 2027, Fokus Produktivitas Daerah dan Pariwisata, Kodim Hadir

Polres Malang Bongkar 26 Kasus Curanmor, 14 Pelaku Ditangkap dan 38 Motor Disita

Prev Next

POPULER HARI INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 Digelar 16 Maret, Ribuan Porsi Bandeng Gratis Disiapkan

Motor Korban Curanmor di Malang Dikembalikan Gratis, Warga: “Alhamdulillah Ketemu”

Prof Barizi Ingatkan Mahasiswa Jadi Pelita Perubahan di Unikama, Tekankan Tiga Keunggulan

BERITA LAINNYA

Analis: Jabatan Kapolri Hak Prerogatif Presiden Sesuai Arsitektur Konstitusi

Musrenbang RKPD Blora 2027, Fokus Produktivitas Daerah dan Pariwisata, Kodim Hadir

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

SANF Berbagi Ramadan, Donasikan Alat Kesehatan untuk Lansia di Jakarta Timur

Otoritas Ramadan Berbagi 2026, Santuni Puluhan Anak Yatim

Tren Modest Wear Ramadan 2026 Ramai di Shopee Big Ramadan Sale

PWI Tegaskan Kemerdekaan Pers Bagian dari Hak Asasi Manusia

Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Penghargaan dari Basarnas

Menteri Pigai: Pers Pilar Penting Pembangunan HAM di Indonesia

TNI Perkuat Infrastruktur dan Teknologi Komunikasi untuk Operasi Militer Modern

Prev Next

POPULER MINGGU INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved