JAVASATU.COM- BUMDes Ardiles Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengembangkan sentra ketahanan pangan terintegrasi berbasis satu kawasan. Program ini mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan yang juga terhubung dengan dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengelola BUMDes Ardiles, Misbahul Munir, mengatakan pengembangan ini merupakan bagian dari optimalisasi program ketahanan pangan desa dengan alokasi 20 persen anggaran yang diarahkan untuk kegiatan produktif masyarakat.
“BUMDes Ardiles mengembangkan ketahanan pangan satu kawasan yang mencakup pertanian singkong dan jagung, peternakan kambing dan domba, serta perikanan lele,” ujar Misbahul Munir, Kamis (16/4/2026).
Di sektor perikanan, BUMDes mengelola budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok dengan sekitar 30 kolam aktif. Produksi tersebut ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Malang Raya sekaligus mendukung suplai pangan program MBG.
“Untuk budidaya lele kami menggunakan sistem bioflok dengan 30 kolam. Harapannya bisa memenuhi kebutuhan pasar, khususnya Malang Raya, termasuk mendukung program MBG,” jelasnya.
Selain itu, BUMDes Ardiles juga telah menyalurkan hasil produksi lele ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis.
“Kami sudah suplai ke beberapa SPPG untuk menjadi bagian dari menu MBG,” tambahnya.

Tak hanya berhenti pada produksi pangan, BUMDes Ardiles juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular dengan menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) serta Universitas Brawijaya (UB) Malang. Limbah makanan dari program MBG seperti sayur dan nasi direncanakan diolah kembali menjadi pakan ternak.
“Kami ingin membangun sistem sirkular, di mana limbah makanan dari MBG bisa diolah menjadi pakan ternak seperti kambing dan unggas,” ujarnya.
Universitas Brawijaya turut dilibatkan dalam pendampingan riset dan pengembangan sistem pengolahan limbah tersebut agar lebih efektif dan berkelanjutan.
“Universitas Brawijaya akan mendampingi riset agar pengolahan limbah ini bisa menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomi,” katanya.
BUMDes Ardiles berharap model ini dapat menjadi pilot project nasional dalam penguatan ketahanan pangan desa berbasis kolaborasi antara BUMDes, pemerintah, dan perguruan tinggi. (arf)