Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Forum Rembuk Peduli Gresik Soroti Pudarnya Identitas Kota Santri

Syaiful Arif by Syaiful Arif
21 Mei 2026
0

JAVASATU.COM- Puluhan tokoh masyarakat lintas profesi dan disiplin ilmu berkumpul dalam Forum Rembuk Peduli Gresik di salah satu restoran di Jalan Veteran, Gresik, Rabu (20/5/2026) malam. Forum tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan atas dinilai mulai tergerusnya identitas Gresik sebagai kota santri di tengah derasnya arus industrialisasi dan persoalan sosial.

Foto: Ist/Javasatu.com

Para peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik, mulai kawasan kota, Gresik Utara hingga Gresik Selatan. Mereka terdiri dari kalangan kiai, habib, akademisi, pengusaha, hingga praktisi komunikasi.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Habib Hasan Assegaf, Habib Mustofa Assegaf, Habib Muhammad Mahan, KH Muhammad Fathoni Mukhlis, Kiai Adam Cholil Albantany, hingga sosiolog Hamim Farhan.

Dalam forum tersebut, para tokoh menilai industrialisasi yang berkembang pesat di Gresik perlu diimbangi penguatan fondasi keagamaan dan sosial agar tidak mengikis karakter daerah yang selama ini dikenal sebagai kota wali dan kota santri.

“Banyak hal kontradiktif dan memprihatinkan yang belakangan trennya semakin meningkat di Gresik. Berbagai ketimpangan sosial akibat kesenjangan ekonomi, maraknya ‘warung pangku’ dan prostitusi terselubung, kriminal dan pergaulan bebas, apalagi kasus narkoba, ini semua perlu diantisipasi dan dicarikan solusi. Ini sungguh ironis dan paradoks di tengah kota santri dan kota wali,” ujar Ustaz Munif saat memandu diskusi.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan terkait dampak industrialisasi terhadap kehidupan sosial masyarakat Gresik. Mayoritas peserta sepakat bahwa persoalan keumatan dan kebijakan publik perlu mendapat perhatian serius sebelum semakin meluas.

Habib Hasan Assegaf menegaskan forum tersebut tidak boleh berhenti sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan harus melahirkan langkah konkret untuk mengawal berbagai persoalan sosial dan keumatan di Gresik.

“Biar tidak berhenti pada omong-omong dan forum-forum diskusi seperti ini, setiap perjuangan harus diperjelas job-job deskripsinya. Kita perlu penguatan ke MUI, juga mencermati pabrik-pabrik untuk melihat kepantasan penyediaan masjid atau musholla bagi karyawannya, dan masalah keumatan lainnya,” ungkap Habib Hasan.

Sementara itu, sosiolog yang juga Wakil Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Gresik, Hamim Farhan, menilai identitas Gresik sebagai kota santri mulai menghadapi tantangan serius akibat dampak sosial industrialisasi.

Menurutnya, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini agar identitas religius Gresik tidak sekadar menjadi simbol.

“Forum seperti ini layak kita kembangkan untuk memberikan masukan konstruktif kepada pemangku kebijakan. Kalau tidak, Gresik sebagai kota santri dan kota wali hanya tinggal nama,” tegas Hamim.

Di akhir forum, peserta sepakat memperkuat struktur organisasi Forum Rembuk Peduli Gresik serta menyusun program kerja yang lebih terukur. Mereka juga berkomitmen mengawal isu-isu keumatan dan kebijakan publik yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi masyarakat sipil dalam memberikan masukan konstruktif terhadap pembangunan sosial di Kabupaten Gresik di tengah pesatnya perkembangan industri. (bas/saf)

Tags: Kabupaten GresikKota SantriKota Wali
Previous Post

DPRD Gresik Sahkan Perda RTRW 2026-2046, Jadi Acuan Pembangunan 20 Tahun

Next Post

Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, TNI Buru Pelaku

Related Posts

Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka
Berita

Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka

21 Oktober 2026
Kapolres Malang Ajak HMI Jadi Jembatan Aspirasi Warga
Berita

Kapolres Malang Ajak HMI Jadi Jembatan Aspirasi Warga

21 Oktober 2026
HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Malang Kota Kumpulkan 67 Kantong Darah
Berita

HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Malang Kota Kumpulkan 67 Kantong Darah

21 Oktober 2026
Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
Berita

Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah

20 Oktober 2026
Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
Berita

Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU

20 Oktober 2026
DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
Berita

DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027

20 Oktober 2026
Next Post
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, TNI Buru Pelaku

Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, TNI Buru Pelaku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
  • Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka
  • KORMI Kota Malang Kukuhkan Pengurus 2026-2031, Siapkan Roadshow ke Jember
  • Kapolres Malang Ajak HMI Jadi Jembatan Aspirasi Warga
  • HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Malang Kota Kumpulkan 67 Kantong Darah
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com