email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kemah Indonesia Apresiasi NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Dinilai Dengarkan Suara Rakyat

by Javasatu
1 September 2025

JAVASATU.COM- Langkah tegas Partai NasDem menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem mulai Senin (1/9/2025) menuai apresiasi publik. Elemen masyarakat dari Kemah Indonesia menilai keputusan tersebut menunjukkan NasDem tidak menutup mata terhadap aspirasi rakyat.

(Foto: Kemah Indonesia)

Aktivis Kemah Indonesia, Wija Nurwahid, menyebut keputusan itu sebagai bukti NasDem tidak akan melindungi kadernya yang terjerat kontroversi.

“NasDem telah menunjukkan diri sebagai partai yang mau mendengarkan aspirasi masyarakat, bukan melindungi elit yang bermasalah,” kata Wija, Minggu (31/8/2025).

Keputusan resmi partai disampaikan lewat siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekjen Partai NasDem, Hermawi F. Taslim.

Hermawi menegaskan, partai tak boleh dicederai oleh pernyataan kader yang melukai hati rakyat.

“Aspirasi masyarakat adalah acuan utama perjuangan partai. Kita dibangun dari semangat kebangsaan yang murni, bukan untuk menambah luka rakyat,” ujarnya.

Latar Belakang Penonaktifan

Menurut Kemah Indonesia, langkah tegas ini diambil setelah dua hari berturut-turut terjadi aksi massa yang berujung ricuh.

Rumah pribadi Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025).

Barang mewah hingga mobil koleksi dirusak, sementara Sahroni bersama keluarga disebut sudah lebih dulu meninggalkan rumah.

Insiden serupa terjadi di kediaman Nafa Urbach di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Massa mengamuk setelah pernyataan Nafa soal kemacetan dan tunjangan rumah Rp50 juta dianggap menyakiti rakyat.

Meski sudah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial, rumahnya tetap digeruduk.

Selain keduanya, politisi lain seperti Eko Patrio juga sempat jadi sasaran amarah publik dalam rangkaian aksi tersebut.

Bukan Teguran Pertama

Menurut Kemah Indonesia, bagi Sahroni, ini bukan kali pertama mendapat sanksi internal.

Ia sebelumnya sudah dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan dipindahkan ke Komisi I.

Namun, gelombang protes yang semakin meluas membuat partai mengambil langkah final: menonaktifkan Sahroni bersama Nafa Urbach dari kursi parlemen.

BacaJuga :

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Partai NasDem juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa yang jatuh dalam aksi massa di berbagai daerah.

“Situasi ini harus menjadi refleksi bersama. Perjuangan Partai NasDem adalah kristalisasi semangat kerakyatan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945,” tegas Surya Paloh, dalam pers rilis Kemah Indonesia. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: KEMAH Indonesianasdem

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Santunan Anak Yatim di Ngantang, Mahasiswa KKN Al-Qolam Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Prev Next

POPULER HARI INI

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

Polemik Lapak Pasar Karangploso, Bagaimana Aturan Hukumnya?

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

Kapolres Malang Resmikan Media Center JPM, Jurnalis Pilar Kamtibmas

BERITA LAINNYA

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Santunan Anak Yatim di Ngantang, Mahasiswa KKN Al-Qolam Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved