JAVASATU.COM- Ketukan pintu di malam hari berujung pengeroyokan di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Seorang ayah dan anak kini ditahan Satreskrim Polres Gresik setelah menganiaya kerabatnya sendiri.

Kedua tersangka berinisial K (55) dan SAF (16), warga Kecamatan Manyar, Gresik. Mereka diduga mengeroyok Alvin Arif Nur Ahmad (26) pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan, peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah keluarga untuk mengambil dokumen penting berupa ijazah dan akta kelahiran. Namun, setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa respons, korban memanggil penghuni rumah dengan suara keras.
“Tindakan itu memicu emosi pelaku. Salah satu tersangka keluar rumah sambil membawa senjata tajam jenis celurit,” ujar Arya, Rabu (4/2/2026).
Merasa terancam, korban melarikan diri ke arah Jalan KH Syafi’i, Kebomas. Kedua tersangka kemudian mengejar korban dan secara bergantian memukul bagian kepala.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka dan menjalani visum medis. Polisi menyebut motif penganiayaan dipicu emosi spontan karena pelaku merasa terganggu oleh ketukan dan teriakan korban pada malam hari.
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa korban dan sejumlah saksi, menyita barang bukti, serta menggelar perkara. Kedua tersangka kini resmi ditahan untuk kepentingan penyidikan.
Atas perbuatannya, K dan SAF dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan/atau Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
“Mengingat salah satu tersangka masih di bawah umur, kami berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan untuk proses hukum sesuai sistem peradilan anak,” tambah Arya.
Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum tanpa kekerasan. (bas/nuh)