JAVASATU.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, meresmikan Pasar Rakyat Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026). Pasar tersebut dibangun kembali dengan nilai kontrak Rp25,8 miliar setelah mengalami kebakaran pada 2022.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui revitalisasi pasar tradisional agar lebih modern, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), menyampaikan pembangunan pasar didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 sekitar Rp30 miliar, dengan nilai kontrak sebesar Rp25,8 miliar. Revitalisasi ini juga menjadi langkah pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pascakebakaran.
“Pasar ini kini memiliki 538 stan yang lebih layak dan nyaman. Tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga dilengkapi ruang terbuka hijau dan area plaza sebagai ruang publik bagi masyarakat,” ujar Gus Yani.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghadirkan pasar rakyat yang bersih dan tertata. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan sebagai kunci keberlangsungan aktivitas perdagangan.
“Pasar harus bersih dan nyaman. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pedagang maupun pengunjung. Saya berharap pasar ini bisa terus dirawat agar memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Usai peresmian, Mendag meninjau sejumlah stan pedagang, kemudian menandatangani prasasti dan melakukan pengguntingan pita sebagai simbol diresmikannya pasar tersebut.
Di sisi lain, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memastikan pihaknya siap menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pasar guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Polres Gresik siap mengawal dan menjaga keamanan di Pasar Sidayu. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Peresmian Pasar Rakyat Sidayu turut dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Achmad Miftahul Rahman, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. (bas/nuh)