email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dugaan Mafia Pupuk PT Petrokimia

Forkot Gresik Gelar Unjuk Rasa Desa Pihak Berwajib Segera Mengusutnya

by Sudasir Al Ayyubi
7 Januari 2021

Javasatu,Gresik- Kelangkaan pupuk di kawasan Kabupaten Gresik memicu lembaga ratusan massa aksi gabungan Forum Kota (Forkot) Gresik dan sejumlah petani menggelar aksi unjuk rasa di PT Petrokimia.

Tidak hanya tentang kelangkaan pupuk, unjuk rasa yang terjadi di Perlimaan Sukorame Gresik tersebut juga merupakan aksi penolakan atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah. Mereka mendesak PT Petrokimia mengusut tuntas dugaan adanya oknum mafia pupuk dan distributor nakal.

Forkot Gresik desak pihak berwajib membongkar mafia pupuk yang menyebabkan HET tinggi. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)
Forkot Gresik desak pihak berwajib membongkar mafia pupuk yang menyebabkan HET tinggi. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Tangkap dan Adili Distributor Nakal

Dalam menyuarakan aspirasinya, mereka menggelar aksi teatrikal mengenakan pakaian petani. Selain itu mereka juga membawa spanduk besar bertuliskan “Tolak Kenaikan Harga Pupuk, Bongkar Mafia Pupuk, Tangkap dan Adili Distributor Nakal”.

Dengan suara lantang, mereka menyuarakan keresahannya dengan adanya mafia-mafia pupuk sehingga membuat HET tinggi.

“Hama petani bukanlah tikus maupun wereng, hama petani yang sebenarnya adalah mafia-mafia pupuk yang telah membuat petani resah karena tidak mendapatkan pupuk. Untuk itu hanya ada satu kata LAWAN…,” pekik orator aksi.

Petugas kepolisian mengamankan lokasi unjuk rasa. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)
Petugas kepolisian mengamankan lokasi unjuk rasa. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Desak Pihak Berwajib Segera Melakukan Pemeriksaan Dan Transparan

Ketua Forkot Gresik, Haris F Faqih mengatakan, pihaknya mendesak agar pihak berwajib mengusut tuntas terkait dugaan adanya oknum mafia pupuk. Karena kondisi tersebut secara langsung membuat para petani resah.

“Kedatangan kami untuk mendesak pihak terkait (PT. Petrokimia, red) dan pihak berwajib untuk mengusut tuntas dugaan adanya oknum mafia pupuk,” tegas Haris.

BacaJuga :

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

Dengan adanya aksi ini, mereka berharap bahwa kasus kelangkaan pupuk bersubsidi segera tuntas, dan tidak berkelanjutan.

“Ini sebagai langkah menuntaskan kasus kelangkaan pupuk bersubsidi kepada petani, supaya tidak berkelanjutan,” tuturnya.

Para peserta unjuk rasa juga meminta kepada pihak berwajib unjuk segera memanggil pihak terkait untuk dimintai pertanggungjawaban. Selain itu, mereka meminta bahwa dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwajib bisa berjalan transparan.

“Pihak berwajib harus melakukan pemanggilan untuk dimintai pertanggungjawaban dan memberikan transparansi kepada publik terkait kebijakan pupuk subsidi dan distribusi pupuk yang diterapkan,” pungkasnya.

Massa membubarkan diri setelah menyuarakan aspirasi mereka selama dua jam di sekitaran PT Petrokimia Gresik. (Bas/Krs)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

BERITA TERBARU

Pemkab Malang Kumpulkan Seluruh OPD Usai Polemik Surat

Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi

Rp343 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Wisata Malang Selatan

100 Bidang Tanah Hambat Proyek Jalan Malang Selatan

Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Akhir 2026

Libur Panjang, Wisatawan Diminta Hindari Jalur Gondanglegi-Bantur

Leo A Permana Dilantik Jadi Ketua IKADIN Jatim, Fokus Bela Kaum Marginal

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

“Coba Lagi” Kidunghara Lahir dari Ide Saat Naik Motor

PWI Malang Raya soal Film Pesta Babi: Demokrasi Butuh Kedewasaan Berpikir

Prev Next

POPULER HARI INI

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Dugaan Penyelewengan Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang Disorot DPRD

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Relokasi Pasar Gadang Malang, Pedagang Akui Omzet Sempat Turun

BERITA LAINNYA

Pemkab Malang Kumpulkan Seluruh OPD Usai Polemik Surat

Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi

Rp343 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Wisata Malang Selatan

100 Bidang Tanah Hambat Proyek Jalan Malang Selatan

Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Akhir 2026

Libur Panjang, Wisatawan Diminta Hindari Jalur Gondanglegi-Bantur

Leo A Permana Dilantik Jadi Ketua IKADIN Jatim, Fokus Bela Kaum Marginal

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

“Coba Lagi” Kidunghara Lahir dari Ide Saat Naik Motor

PWI Malang Raya soal Film Pesta Babi: Demokrasi Butuh Kedewasaan Berpikir

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Wayang Kulit di Trowulan Mojokerto, Kosgoro 57 Gaungkan Persatuan

Relokasi Pasar Gadang Malang, Pedagang Akui Omzet Sempat Turun

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved