email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 20 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Indonesia Rukun Dalam Bingkai Persaudaraan

Oleh: Markus, S.Pd, MM.Pd - Kakankemenag Kabupaten Gresik

by Javasatu
3 Januari 2021
(Grafis by: Kemenag Kabupaten Gresik)

Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia. Demikian salah satu sambutan Menteri Agama RI, KH Yaqut Cholil Qoumas pada Upacara Hari Amal Bakti (HAB) Ke-75 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2021.

‘Indonesia Rukun’. Menjadi tema Hari Amal Bakti Ke-75 kementerian agama tahun ini (2021). Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi yang dapat didefinisikan saling memahami dan saling mengerti.

Kerukunan umat beragama dan toleransi di Indonesia dapat menjadi jembatan untuk membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Sehingga apabila pemaknaan ini dijadikan pegangan, maka ‘toleransi’ dan :kerukunan’ dalam berbangsa dan bernegara, termasuk dalam beragama adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia di alam semesta terutama di Indonesia yang dikenal dengan bangsa yang beragam.

Indonesia rukun dalam bingkai persaudaraan merupakan nilai yang harus dipegang teguh untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. Karena dengan menjadikan kerukunan sebagai modal utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari akan terasa tentram, damai dan sejahtera.

Tentu semua tahu, bahwa negara Indonesia merupakan salahsatu negara yang memiliki pluralitas penduduk yang sangat tinggi, baik dalam hal suku, etnis, budaya, dan agama.

Memang Khusus mengenai pluralitas agama, akhir-akhir ini sedang menjadi perbincangan di ruang publik. Akan tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk bercerai-berai dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan perbedaan, terutama dalam hal keyakinan. Karena kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara telah mengajarkan dan meyakinkan bangsa indonesia, bahwa kemerdekaan yang telah dicapai oleh para pendiri bangsa (founder of the nation) telah menjadi cermin untuk menjaga nilai-nilai rasa toleransi antar suku, etnis, budaya dan agama, demi menghindari terjadinya konflik yang mengarah pada tindak kekerasan.

Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi sila pertama telah meneguhkan identitas nasional bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama dan berintegritas. Oleh sebab itu, perbedaan praktek dalam beragama yang diyakini tidak boleh menjadi penyebab terjadinya disintegrasi bangsa.

Namun, meskipun Pancasila menjadi dasar untuk menjadikan Indonesia rukun dalam bingkai persaudaraan, bukan tidak mungkin Pancasila akan dihadapkan pada aspek universalisasi melalui globalisasi dan meningkatnya tekanan partikulasi identitas termasuk dalam beragama. Maka dalam situasi tersebut Pancasila harus tetap dijaga eksistensinya sebagai ideologi bangsa yang mampu membangun persaudaraan untuk menciptakan nilai-nilai persatuan.

Pentingnya membangun kerukunan dalam bingkai persaudaraan melalui pencasila sebagai ideologi bangsa, memerlukan perencanaan yang sistematis, terpadu, terukur dan berkesinambungan dengan pedoman direktif yang jelas. Terutama dalam hal pelayanan publik terhadap masyarakat yang berada dalam naungan kementerian agama. Karena tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan di kementerian agama juga dapat dijadikan salah satu indikator amal bakti pemerintah melalui Menteri agama terhadap masyarakat.

BacaJuga :

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

OPINI REDAKSI: Ketegasan Umar bin Khattab dan Pembebasan Martabat Manusia (Sesi 4 – Selesai)

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Ke-75 Kementerian Agama Tahun 2021 ini. Peningkatan pelayanan dalam berbagai sektor yang menjadi tanggung jawab kementerian agama harus dituntaskan melalui pelayanan yang prima, meskipun keberadaan wabah Covid-19 belum usai.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Agama, KH. Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya, bahwa semangat baru dalam mengelola kementerian agama dalam bidang manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.

Dalam bidang penguatan moderasi beragama. Penekanannya terletak pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Dan Dalam bidang persaudaraan, harus mampu merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan. (**)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

BERITA TERBARU

KiN Space SCBD Hadirkan Wisata Budaya Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Bakorwil Malang Dorong Sinkronisasi Vokasi dan Industri, Ciptakan SDM Siap Kerja

Belajar Industri, Siswa MI Al-Karimi Tebuwung Datangi Pabrik Otsuka

Hapus Sistem ‘Like or Dislike’, Pengisian Jabatan Kosong Pemkot Malang Kini Dipantau BKN

Bukan Akhir Segalanya, Wahyu Hidayat Sebut Pensiun ASN Hanya Masalah Administratif

Kota Malang Deklarasi SPMB 2026 Transparan, Pelanggar Terancam Sanksi

Kepala Bapenda Malang Jadi Sekda Semarang, Wali Kota Wahyu Siapkan Mutasi Kilat

Pemkot Malang Serahkan SK Pensiun 190 ASN, Total 358 Orang Purnabakti

Prof Ahmad Barizi Soroti Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Momentum Harkitnas

Prev Next

POPULER HARI INI

Razia Pajak Kendaraan di Kota Batu, Tim Gabungan Jaring 39 Pelanggar

Transformasi Korlantas Tuai Apresiasi, Irjen Agus Dinilai Layak Sabet Komjen

Hasil Ukur PSU Perumahan Banjararum Singosari, BPN: Masih Menunggu

PSU Perumahan Banjararum Singosari Malang Diukur

Prof Ahmad Barizi Soroti Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Momentum Harkitnas

BERITA LAINNYA

KiN Space SCBD Hadirkan Wisata Budaya Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Bakorwil Malang Dorong Sinkronisasi Vokasi dan Industri, Ciptakan SDM Siap Kerja

Belajar Industri, Siswa MI Al-Karimi Tebuwung Datangi Pabrik Otsuka

Hapus Sistem ‘Like or Dislike’, Pengisian Jabatan Kosong Pemkot Malang Kini Dipantau BKN

Bukan Akhir Segalanya, Wahyu Hidayat Sebut Pensiun ASN Hanya Masalah Administratif

Kota Malang Deklarasi SPMB 2026 Transparan, Pelanggar Terancam Sanksi

Kepala Bapenda Malang Jadi Sekda Semarang, Wali Kota Wahyu Siapkan Mutasi Kilat

Pemkot Malang Serahkan SK Pensiun 190 ASN, Total 358 Orang Purnabakti

Prof Ahmad Barizi Soroti Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Momentum Harkitnas

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Razia Pajak Kendaraan di Kota Batu, Tim Gabungan Jaring 39 Pelanggar

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Dugaan Penyelewengan Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang Disorot DPRD

Keluarga Purnawirawan TNI di Malang Mengadu ke DPRD soal Rencana Penertiban Rumah

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved