Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pelukan Terakhir di Cianjur

Javasatu by Javasatu
22 November 2022
1
Ilustrasi

Pelukan Terakhir di Cianjur

Oleh: Denny JA

Pukul 3.00 tengah malam.
Di tempat penampungan,
Ahsan kembali terbangun.
Istrinya, Hasnah, tak kunjung tidur.
Terus saja menangis.

“Pak, datang lagi ke sana pak, ke sekolahnya. Siapa tahu Iqbal masih hidup. Siapa tahu, ia hanya tertimbun puing- puing saja.”

“Sabar ya, bu. Ini cobaan untuk kita. Ibu harus ikhlas.”

“Aku tak ikhlas pak, sebelum kulihat sendiri mayat Iqbal.”

Ahsan memeluk istrinya. Air mata yang ia tahan- tahan, akhirnya mengalir deras sekali.

Malam sebelumnya, Iqbal, usia 12 tahun, terbangun di tengah malam.

Iqbal mengetuk pintu kamar Ayah dan Ibunya.

“Aku ingin tidur bersama Ayah dan Ibu,” ujar Iqbal mengantuk, berharap.

Ahsan sang Ayah awalnya melarang. “Iqbal, kau sudah besar. Tidur di kamar sendiri. Harus berani.”

Tapi Hasna, istri Ahsan, sang Ibu, memanggil Iqbal, untuk naik ke tempat tidur, rebahan di tengah antara Ayah dan Ibu.

Sambil memeluk, Ibu bertanya pada Iqbal: “mengapa nak? Mengapa kok tiba- tiba ingin tidur dengan Ayah dan Ibu?

“Aku bermimpi buruk, bu,” jawab Iqbal.
“Ada ular naga keluar dari tanah.
Ia melahap sekolahku.
Aku ada di dalam sekolah.”

“Oh, mimpi itu? Komentar Ibu ringan saja. Sekarang tidurlah. Besok kau sekolah.

Ibu merasa Iqbal terlalu banyak main video games, sehingga soal Naga saja muncul di mimpi.

Agak aneh peringai Iqbal malam itu.
Iqbal peluk ibunya keras sekali.
Ia juga peluk Ayahnya keras sekali.

Pagi hari Iqbal ke sekolah.
Seperti biasa.
Sejak dulu, setiap pagi, seperti itu.

Tapi hari itu tak biasa.
Gempa terjadi di Cianjur.
Sekolah Iqbal roboh.
Juga banyak sekolah dan madrasah lain hancur.
Banyak anak- anak tertindih bangunan.

Pemerintah hari itu mengumumkan.
Sebanyak 162 korban meninggal. Mungkin jumlahnya terus bertambah.
362 luka, umumnya patah tulang.

Gempa terjadi dengan magnitudo 5,6.
2.272 rumah rusak di Cianjur.
443 rumah rusak di Sukabumi.
46 rumah rusak di Bogor.

Iqbal masih tak kunjung pulang.
Ayahnya, Ahsan, sudah ke lokasi sekolahnya.
Bangunan itu roboh.
Petugas meminta Ahsan menunggu saja di tempat pengungsian.

Ujar petugas, masih ada gempa susulan.
Tempat ini belum aman.
Nanti Ahsan dikabarkan.

Tengah malam itu,
di tempat penampungan,
Ibu Iqbal, Hasnah, terus menangis.

Itu naluri seorang Ibu.
Ia merasa, pelukan Iqbal yang keras sekali malam sebelumnya,
itulah pelukannya yang terakhir.

Bayangan itu terus datang di kepala Hasnah, di kepala Ihsan.
Iqbal naik ular naga,
terbang ke langit,
bersama 162 korban lain yang sudah wafat. (22 November 2022) – (Dikirim oleh: Koordinator Penulis Satupena Indonesia Jawa Timur, Akaha Taufan Aminudin)


CATATAN:
(1) Gubenur Jabar, 21 November 2022, mengabarkan hari itu tercatat 162 korban meninggal akibat gempa Cianjur. Banyak anak- anak wafat tertimpa bangunan sekolah.
https://sultra.antaranews.com/amp/berita/433953/gubernur-ridwan-kamil-konfirmasi-162-korban-meninggal-akibat-gempa-cianjur-jabar
Tags: Akaha Taufan AminudinDenny JASatupena
Previous Post

Mensos Risma Kerahkan Bantuan dan Mobilisasi Tagana Korban Gempa Cianjur

Next Post

Kasad Resmikan Gedung Siber dan Masjid Abdurachman

Related Posts

OPINI: Karhutla dan Wajah Tanggung Jawab Negara
Opini

OPINI: Karhutla dan Wajah Tanggung Jawab Negara

18 Oktober 2026
OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan
Opini

Di Balik Dugaan Korupsi MBG: Antara Administrasi Negara dan Akuntabilitas Demokrasi

11 Oktober 2026
OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan
Opini

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

6 Oktober 2026
OPINI: Fiskal Hijau, Mengapa Indonesia Butuh Lebih dari Sekadar Pajak Karbon?
Opini

OPINI: Fiskal Hijau, Mengapa Indonesia Butuh Lebih dari Sekadar Pajak Karbon?

5 Oktober 2026
OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim
Opini

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

4 Oktober 2026
Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin
Opini

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

30 September 2026
Next Post
Kasad Resmikan Gedung Siber dan Masjid Abdurachman

Kasad Resmikan Gedung Siber dan Masjid Abdurachman

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    4 tahun ago

    Selamat Succesfull Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesfull Sedulur

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1
  • 40 Kantong Darah dari Polres Blitar Kota di HUT ke-75 Humas Polri
  • MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
  • Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka
  • KORMI Kota Malang Kukuhkan Pengurus 2026-2031, Siapkan Roadshow ke Jember
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com