email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 10 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pelukan Terakhir di Cianjur

by Javasatu
22 November 2022
Ilustrasi

Pelukan Terakhir di Cianjur

Oleh: Denny JA

Pukul 3.00 tengah malam.
Di tempat penampungan,
Ahsan kembali terbangun.
Istrinya, Hasnah, tak kunjung tidur.
Terus saja menangis.

“Pak, datang lagi ke sana pak, ke sekolahnya. Siapa tahu Iqbal masih hidup. Siapa tahu, ia hanya tertimbun puing- puing saja.”

“Sabar ya, bu. Ini cobaan untuk kita. Ibu harus ikhlas.”

“Aku tak ikhlas pak, sebelum kulihat sendiri mayat Iqbal.”

Ahsan memeluk istrinya. Air mata yang ia tahan- tahan, akhirnya mengalir deras sekali.

Malam sebelumnya, Iqbal, usia 12 tahun, terbangun di tengah malam.

Iqbal mengetuk pintu kamar Ayah dan Ibunya.

“Aku ingin tidur bersama Ayah dan Ibu,” ujar Iqbal mengantuk, berharap.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Ahsan sang Ayah awalnya melarang. “Iqbal, kau sudah besar. Tidur di kamar sendiri. Harus berani.”

Tapi Hasna, istri Ahsan, sang Ibu, memanggil Iqbal, untuk naik ke tempat tidur, rebahan di tengah antara Ayah dan Ibu.

Sambil memeluk, Ibu bertanya pada Iqbal: “mengapa nak? Mengapa kok tiba- tiba ingin tidur dengan Ayah dan Ibu?

“Aku bermimpi buruk, bu,” jawab Iqbal.
“Ada ular naga keluar dari tanah.
Ia melahap sekolahku.
Aku ada di dalam sekolah.”

“Oh, mimpi itu? Komentar Ibu ringan saja. Sekarang tidurlah. Besok kau sekolah.

Ibu merasa Iqbal terlalu banyak main video games, sehingga soal Naga saja muncul di mimpi.

Agak aneh peringai Iqbal malam itu.
Iqbal peluk ibunya keras sekali.
Ia juga peluk Ayahnya keras sekali.

Pagi hari Iqbal ke sekolah.
Seperti biasa.
Sejak dulu, setiap pagi, seperti itu.

Tapi hari itu tak biasa.
Gempa terjadi di Cianjur.
Sekolah Iqbal roboh.
Juga banyak sekolah dan madrasah lain hancur.
Banyak anak- anak tertindih bangunan.

Pemerintah hari itu mengumumkan.
Sebanyak 162 korban meninggal. Mungkin jumlahnya terus bertambah.
362 luka, umumnya patah tulang.

Gempa terjadi dengan magnitudo 5,6.
2.272 rumah rusak di Cianjur.
443 rumah rusak di Sukabumi.
46 rumah rusak di Bogor.

Iqbal masih tak kunjung pulang.
Ayahnya, Ahsan, sudah ke lokasi sekolahnya.
Bangunan itu roboh.
Petugas meminta Ahsan menunggu saja di tempat pengungsian.

Ujar petugas, masih ada gempa susulan.
Tempat ini belum aman.
Nanti Ahsan dikabarkan.

Tengah malam itu,
di tempat penampungan,
Ibu Iqbal, Hasnah, terus menangis.

Itu naluri seorang Ibu.
Ia merasa, pelukan Iqbal yang keras sekali malam sebelumnya,
itulah pelukannya yang terakhir.

Bayangan itu terus datang di kepala Hasnah, di kepala Ihsan.
Iqbal naik ular naga,
terbang ke langit,
bersama 162 korban lain yang sudah wafat. (22 November 2022) – (Dikirim oleh: Koordinator Penulis Satupena Indonesia Jawa Timur, Akaha Taufan Aminudin)


CATATAN:
(1) Gubenur Jabar, 21 November 2022, mengabarkan hari itu tercatat 162 korban meninggal akibat gempa Cianjur. Banyak anak- anak wafat tertimpa bangunan sekolah.
https://sultra.antaranews.com/amp/berita/433953/gubernur-ridwan-kamil-konfirmasi-162-korban-meninggal-akibat-gempa-cianjur-jabar

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Akaha Taufan AminudinDenny JASatupena

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    4 tahun ago

    Selamat Succesfull Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesfull Sedulur

    Reply

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

DPRD Gresik Bakal Panggil PT Indonesia Marina Shipyard Usai Buruh Tuntut Hak Normatif

Jelang KKN-T, Unira Malang Bekali Mahasiswa dengan Pemberdayaan Psikologis

Dukung Polri Bongkar Kasus Korupsi, Analis: Hukum Harus Ditegakkan Secara Independen dan Presisi

SPPG Beroperasi, Pedagang Ayam Pasar Kepanjen Belum Kecipratan Berkah

Kadinkes Kabupaten Malang Bantah Penggeledahan: “Kejari Hanya Minta Berkas”

MUI Gresik Perkuat Peran Mitra Pemerintah, Pengurus Dilatih Susun Policy Brief Berbasis Data

56 Desa di Gresik Rawan Kekeringan, 1.177 Petani Gagal Panen Terima Bansos

Muktamar NU ke-35 Dinilai Tepat Digelar di Tambakberas

Ngaku Kehilangan Aki, Sopir Truk di Gresik Malah Terseret Judol

Kejari Kabupaten Malang Kejar Bukti Administrasi Proyek Ambulans Rp8,4 Miliar Dinkes, Bukan Sita Kendaraan

Prev Next

POPULER HARI INI

Kadinkes Kabupaten Malang Bantah Penggeledahan: “Kejari Hanya Minta Berkas”

Muktamar NU ke-35 Dinilai Tepat Digelar di Tambakberas

Dukung Polri Bongkar Kasus Korupsi, Analis: Hukum Harus Ditegakkan Secara Independen dan Presisi

DPRD Gresik Bakal Panggil PT Indonesia Marina Shipyard Usai Buruh Tuntut Hak Normatif

SPPG Beroperasi, Pedagang Ayam Pasar Kepanjen Belum Kecipratan Berkah

BERITA LAINNYA

DPRD Gresik Bakal Panggil PT Indonesia Marina Shipyard Usai Buruh Tuntut Hak Normatif

Jelang KKN-T, Unira Malang Bekali Mahasiswa dengan Pemberdayaan Psikologis

Dukung Polri Bongkar Kasus Korupsi, Analis: Hukum Harus Ditegakkan Secara Independen dan Presisi

SPPG Beroperasi, Pedagang Ayam Pasar Kepanjen Belum Kecipratan Berkah

Kadinkes Kabupaten Malang Bantah Penggeledahan: “Kejari Hanya Minta Berkas”

MUI Gresik Perkuat Peran Mitra Pemerintah, Pengurus Dilatih Susun Policy Brief Berbasis Data

56 Desa di Gresik Rawan Kekeringan, 1.177 Petani Gagal Panen Terima Bansos

Muktamar NU ke-35 Dinilai Tepat Digelar di Tambakberas

Ngaku Kehilangan Aki, Sopir Truk di Gresik Malah Terseret Judol

Kejari Kabupaten Malang Kejar Bukti Administrasi Proyek Ambulans Rp8,4 Miliar Dinkes, Bukan Sita Kendaraan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

PRNU Petung Belajar ke MWCNU Ngasem yang Kelola Hotel hingga Kolam Renang

Temuan Kwitansi Rp50 Juta di Balik Kios Kosong Pasar Buah Karangploso

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kota Malang Sumbang Tiga Atlet Pelatnas Catur Indonesia

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved