email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sambil Jaga Hewan Ternak, Remaja WNA Asal Vietnam Dalami Islam di Kota Batu

by Wiyono
20 April 2021

Javasatu,Batu- Sambil menjaga hewan ternak, seorang remaja Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam, Salim 19 tahun, sejak Agustus 2019 lalu mulai mendalami agama islam di Kota Batu, Jawa Timur. Tapi rencananya hanya akan belajar selama dua tahun, karena keterbatasan Visa yang dipegangnya.

Salim 19, santri asal Negara Vietnam yang menimbah ilmu di Kota Batu. (Foto: Wiyono/Javasatu.com)

Laki-laki asal Kota Chau Doc Provinsi An Giangini awalnya ingin belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Milik Ustad Mahmudi Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu, namun Allah berkehendak lain, sang Ustad meninggal dunia, akhirnya ia medalami ilmu Agama ke Ustad Arifin di Jalan Hasanudin RW 05 Desa Junrejo Kota Batu.

Salim tidak sendiri, Ia yang tampak seperti orang Jawa ini ditemani dengan 4 remaja yang ikut bersamanya, Nuha 19 tahun asal Bojonegoro, Sofian 20 tahun asal Karangploso Kabupaten Malang, Azif 12 tahun dan Azam 15 tahun, keduanya asal kediri.

Sehari-hari selain mendalami ilmu agama, ia sambil berjaga hewan ternak milik Ustadz Arifin, dua ekor kuda, dua ekor sapi dan puluhan hewan kambing. Laki-laki inipun tidur di dekat kandang ternak.

Salim (kanan) bersama Sofian (kiri) jaga kandang ternak milik gurunya. (Foto: Wiyono/Javasatu.com)

Ia menyampaikan sebelum mendalami ilmu agama Islam di Kota Batu, ia lebih dulu belajar bahasa Indonesia dan sedikit-sedikit belajar bahasa Jawa, selama dua bulan. Ia sudah tampak fasih berkomunikasi.

“Saya belajar bahasa Indonesia selama dua bulan, Alhamdulillah sekarang mulai lancar, bahasa jawa sedikit-sedikit bisa, dan ini bisa saya gunakan berinteraksi dengan tetangga sekitar” ujarnya.

Ia mengungkapkan jika belajar mendalami ilmu agama Islam di Kota Batu bukan atas biaya sendiri tetapi ada donatur dari Seorang Ustad asal Arab Saudi, yang sekarang sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Saya kelas 1 SMA sudah putus sekolah, sekarang saya memilih mendalami ilmu agama di Indonesia, Alhamdulillah ada orang yang mengajak dan membiayainya” kata Salim, saat ditemui Javasatu.com di Kandang ternak milik Ustadz Arifin.

BacaJuga :

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

Salim bersama hewan peliharaan milik gurunya, yang setiap hari ia jaga. (Foto: Wiyono/Javasatu.com)

Di bulan suci Ramadan, kata dia, pelajaran yang diberikan padanya dilakukan setelah salat Subuh, setelah salat Dhuhur, Asar, dan salat Tarawih meliputi pelajaran Tauhid, Tafsir, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Bahasa Arab, Nahwu, Sharaf, Balagha, dan Tajwid.

“Di Majelis taklim pelajarannya dilakukan setiap hari, setelah salat Subuh dan berakhir setelah salat tarawih termasuk pelajaran hafidz atau hafalan Al Quran” ungkapnya.

Diwaktu senggangnya, ia gunakan berinteraksi dengan tetangga sekitarnya dan juga digunakan untuk memberi makan hewan ternak milik ustadz Arifin. Baginya tidur areal kandang tidak menjadi masalah yang terpenting, nyaman, aman dan bahagia. Di kota Batu aman dan nyaman.

“Selain memberikan makanan pada hewan, saya juga latihan berkuda bersama teman lainnya” kata dia.

Ia juga mengatakan Islam di Vietnam adalah golongan minoritas, tetapi dikampungnya yang berasal dari etnis Champa mayoritas 80 persen beragama Islam, lainya Hindu, Buddha dan menganut kepercayaan leluhur Cham Balamon.

“Disana ada sekitar 1000 orang yang memeluk agama Islam di kampung saya, dan terdapat dua masjid” jelasnya.

Sementara itu Rudi Junarto warga RW 05 Dusun Jeding Desa Junrejo Kota Batu mengatakan bahwa orang Remaja Warga Negara Vietnam yang ada di Junrejo itu mudah berinteraksi dengan warga sekitar.

“Ketika sebelum Ramadan, ia sering ke Sawah berinteraksi, bergaul dengan para petani, ketika punya tembakau untuk dirokok, ia tawarkan pada yang lainnya, ia baik, ramah” ungkapnya (Yon/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Pondok di BatuPonpesRemaja Asal VietnamsantriSantri Asal Vietnam

Comments 5

  1. Ping-balik: Singa Peliharaan di Kamboja Pulang ke Pemilik, Sempat Jadi Artis TikTok - KlikTimes
  2. Ping-balik: KJRI Kuching Pulangkan Tiga WNI Korban Judi Online - Noktah Merah
  3. Ping-balik: KJRI Kuching Pulangkan Tiga WNI Korban Judi Online - Imperium Daily
  4. Ping-balik: KJRI Kuching Pulangkan Tiga WNI Korban Judi Online - Beritaloka
  5. Ping-balik: KJRI Kuching Pulangkan Tiga WNI Korban Judi Online - Nusa Daily

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pemkab Malang Kumpulkan Seluruh OPD Usai Polemik Surat

Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi

Rp343 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Wisata Malang Selatan

100 Bidang Tanah Hambat Proyek Jalan Malang Selatan

Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Akhir 2026

Libur Panjang, Wisatawan Diminta Hindari Jalur Gondanglegi-Bantur

Leo A Permana Dilantik Jadi Ketua IKADIN Jatim, Fokus Bela Kaum Marginal

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

“Coba Lagi” Kidunghara Lahir dari Ide Saat Naik Motor

PWI Malang Raya soal Film Pesta Babi: Demokrasi Butuh Kedewasaan Berpikir

Prev Next

POPULER HARI INI

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Dugaan Penyelewengan Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang Disorot DPRD

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Relokasi Pasar Gadang Malang, Pedagang Akui Omzet Sempat Turun

BERITA LAINNYA

Pemkab Malang Kumpulkan Seluruh OPD Usai Polemik Surat

Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi

Rp343 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Wisata Malang Selatan

100 Bidang Tanah Hambat Proyek Jalan Malang Selatan

Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Akhir 2026

Libur Panjang, Wisatawan Diminta Hindari Jalur Gondanglegi-Bantur

Leo A Permana Dilantik Jadi Ketua IKADIN Jatim, Fokus Bela Kaum Marginal

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

“Coba Lagi” Kidunghara Lahir dari Ide Saat Naik Motor

PWI Malang Raya soal Film Pesta Babi: Demokrasi Butuh Kedewasaan Berpikir

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Wayang Kulit di Trowulan Mojokerto, Kosgoro 57 Gaungkan Persatuan

Relokasi Pasar Gadang Malang, Pedagang Akui Omzet Sempat Turun

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved