JAVASATU.COM- Dewan Pendidikan Kota Batu (DPKB) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Penilaian Sumatif Satuan Pendidikan (PSSP) tingkat SMP dan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tingkat SD di sejumlah sekolah pada 4 dan 6 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan mutu pendidikan serta kelancaran proses evaluasi belajar di Kota Batu.

Monev dilakukan secara bertahap di tiga wilayah kecamatan, yakni Batu, Junrejo, dan Bumiaji. Pada Senin (4/5/2026), tim DPKB memantau pelaksanaan PSSP di SMP Negeri 7 Kota Batu dan SMP Raden Fatah. Sementara pada Rabu (6/5/2026), pemantauan dilanjutkan di SD Negeri Ngaglik 1 untuk melihat pelaksanaan PSAJ.
Dari hasil pantauan, pelaksanaan asesmen di lapangan secara umum berjalan tertib dan lancar. Namun, DPKB mencatat adanya perbedaan sistem ujian di sejumlah sekolah akibat keterbatasan sarana prasarana.
Di SMP Negeri 7 Kota Batu, ujian masih dilakukan secara manual karena keterbatasan perangkat komputer. Sementara SMP Raden Fatah sudah menerapkan sistem ujian berbasis daring dengan dukungan ruang proktor bagi siswa yang mengalami kendala akses internet.
Ketua DPKB, Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd., mengatakan kegiatan Monev dilakukan dengan sistem sampling karena luasnya wilayah dan keterbatasan waktu pelaksanaan.
“Kami belum bisa menjangkau seluruh satuan pendidikan karena sebaran wilayah yang luas. Namun kegiatan ini akan terus dilakukan secara bertahap demi menjaga mutu pendidikan di Kota Batu,” ujar Atok.
Kehadiran DPKB mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 7 Kota Batu, Yayuk Sariyastuti, menyebut kunjungan tersebut menjadi dukungan moral bagi sekolah yang baru dipimpinnya.
Sementara Kepala SMP Raden Fatah, Miski, menilai kehadiran Dewan Pendidikan menjadi motivasi tambahan bagi guru dan siswa kelas akhir yang tengah mengikuti ujian.
Di SD Negeri Ngaglik 1, pelaksanaan PSAJ berlangsung bersamaan dengan ujian praktik Pendidikan Agama. Siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian praktik ibadah seperti wudhu, salat, serta baca tulis Al-Qur’an bagi siswa Muslim, dan doa bagi siswa Kristen.
Dalam kesempatan tersebut, Atok juga memberikan pesan kepada siswa agar menjadikan ujian praktik sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Jadikan ujian praktik ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kebiasaan menjalankan perintah agama dengan baik agar menjadi pribadi yang mulia di masa depan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DPKB menegaskan komitmennya dalam mengawal mutu pendidikan di Kota Batu agar terus meningkat seiring perkembangan sistem pembelajaran. (yon/nuh)