JAVASATU.COM- Siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu mengunjungi sejumlah kampus unggulan di Surabaya dan Malang dalam kegiatan studi kampus, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran nyata dunia perkuliahan sekaligus membantu siswa menentukan pilihan pendidikan tinggi.

Rombongan mengawali kunjungan ke Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), kemudian melanjutkan ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Ma Chung Malang.
“Kegiatan ini untuk membuka wawasan siswa terkait prospek karier dan peluang kerja di masa depan, sekaligus memahami jalur masuk perguruan tinggi,” ujar Wakil Kepala SMAN 2 Batu bidang Kurikulum, Agus Supriyadi.
Di PENS, siswa mendapat pemaparan langsung mengenai sistem pendidikan vokasi yang menekankan praktik. Kunjungan berlangsung di Gedung Pascasarjana dan disambut jajaran kampus.
“PENS mengedepankan praktik daripada teori. Kami memiliki 108 laboratorium sebagai pusat pembelajaran mahasiswa,” kata Ketua Humas PENS, Faridatun Nadziroh.
Selain itu, siswa juga dikenalkan berbagai program studi mulai dari Diploma 3 (D3), Sarjana Terapan (D4), hingga Magister Terapan di bidang teknik elektro, informatika, mekanika, dan multimedia kreatif.
“Pilihan program studi kami dirancang sesuai kebutuhan industri, sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi,” tambahnya.
Perjalanan dilanjutkan ke Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa. Di sana, rombongan mendapatkan penjelasan terkait program studi unggulan yang banyak diminati calon mahasiswa.
“Sebagian besar program studi di FIP telah terakreditasi Unggul/A, seperti Psikologi, PGSD, dan Bimbingan Konseling,” ujar Kepala Prodi PG PAUD Unesa, Dr. Kartika Rinakit Adhe.
Agus menambahkan, kunjungan ke PENS secara khusus difokuskan untuk siswa yang memiliki minat di bidang teknik dan teknologi informasi.
“PENS menjadi referensi penting bagi siswa kami yang ingin melanjutkan ke bidang keteknikan dan sistem informasi,” jelasnya.
Kegiatan studi kampus ini diharapkan mampu memberikan gambaran konkret kepada siswa dalam menentukan jurusan dan perguruan tinggi sesuai minat dan bakat.
“Harapannya siswa lebih siap dan mantap dalam menentukan langkah menuju pendidikan tinggi,” pungkas Agus. (yon/nuh)