JAVASATU.COM- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri Yayat Cadarajat meninjau Bazar Pangan Ramadan di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang digelar selama dua hari hingga 8 Maret 2026 ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri.

“Harapannya masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Saya juga menghimbau agar masyarakat belanja sesuai kebutuhan,” ujar Wali Kota Kediri.
Bazar bertema “Sinergi Pangan Murah, Masyarakat Sumringah, Inflasi Kediri Terkendali” ini menjadi salah satu langkah konkret pengendalian inflasi di daerah. Pemerintah Kota Kediri bersama BI dan berbagai pihak menghadirkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibanding pasar guna menekan lonjakan harga saat Ramadan hingga Lebaran.
“Menjelang Idulfitri, harga kebutuhan pokok biasanya naik karena permintaan meningkat. Karena itu, kolaborasi ini penting agar harga tetap stabil dan pasokan terjaga,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, paket sembako berisi 5 kg beras premium, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula dijual seharga Rp90 ribu. BI Kediri menyediakan 1.500 paket untuk masyarakat.
“Kalau di pasar tentu tidak bisa mendapatkan harga seperti itu. Bahkan telur dijual dengan harga distributor agar lebih terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain bazar, Pemkot Kediri juga menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga 13 Maret 2026 untuk menjaga kestabilan harga pangan di wilayah tersebut.
“Kami terus melakukan berbagai langkah agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KPw BI Kediri Yayat Cadarajat menegaskan bazar pangan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui penguatan pasokan dan keterjangkauan harga.
“Harapan kami masyarakat dapat memperoleh komoditas dengan harga lebih terjangkau, sehingga membantu pemenuhan kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara BI dan Pemerintah Kota Kediri dalam menjaga stabilitas harga pangan.
“Kolaborasi ini penting untuk menjaga distribusi tetap lancar dan keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” tegasnya.
Tak hanya menyediakan sembako murah, bazar ini juga menghadirkan berbagai layanan publik, mulai dari penukaran uang rupiah, pembayaran pajak kendaraan dan PBB, layanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, hingga bazar produk UMKM serta layanan zakat dan infak. (kur/nuh)