JAVASATU.COM- Halalbihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan berlangsung di Kantor MUI Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kamis (2/4/2026).

“Mari kita bentengi Kabupaten Gresik dengan iman dan takwa, serta terus menjaga tradisi halalbihalal sebagai sarana mempererat ukhuwah,” ujar Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Toyyib.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, perwakilan Kementerian Agama, serta para ulama dan tokoh masyarakat. Acara diawali dengan pembacaan Asmaul Husna sebagai doa bersama untuk keselamatan dan ketenteraman masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi kinerja demi pelayanan yang lebih baik.
“Sinergitas antara pemerintah dan ulama harus terus dijaga. Semoga apa yang kita lakukan menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan bagi masyarakat Gresik,” tuturnya.
Selain itu, Pemkab Gresik bersama kepolisian terus memantau stabilitas harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Kami terus berupaya menjaga stabilitas harga agar masyarakat tetap terlindungi,” imbuhnya.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menambahkan, sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini dengan peran serta semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Habib Achmad Ismail bin Abdullah Al-Habsy, dilanjutkan ramah tamah dan saling bersalaman antar peserta sebagai simbol mempererat silaturahmi.
Halalbihalal ini menjadi wujud nyata kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga harmoni sosial serta stabilitas wilayah di Kabupaten Gresik. (bas/nuh)