email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 6 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Menghidupkan Spirit KAA 1955: Rektor UM Dorong Deklarasi Iptek untuk Negara Selatan

by Julian Sukrisna
6 Mei 2026

JAVASATU.COM- Bayang-bayang sejarah besar tahun 1955 seolah kembali hadir di lantai 9 Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (6/5/2026).

Jika tujuh dekade silam para pemimpin bangsa berkumpul di Bandung untuk memutus rantai kolonialisme politik, kini semangat yang sama ditiupkan kembali melalui senjata baru: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Agenda AFRASIA Programme Validation yang mempertemukan delegasi Indonesia, Malaysia, Afrika Selatan, dan Tanzania ini bukan sekadar pertemuan akademik biasa.

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. membuka kegiatan AFRASIA. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)

Di mata Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., forum ini adalah upaya konkret menerjemahkan cita-cita luhur Konferensi Asia Afrika (KAA) ke dalam konteks abad ke-21.

“Ini yang sebenarnya sedang kita lakukan, menerjemahkan bagaimana Konferensi Asia Afrika yang selama ini ditafsirkan sebagai deklarasi politik, menjadi sebuah deklarasi Iptek,” tutur Prof. Hariyono.

Ia teringat pidato ikonik Bung Karno di hadapan delegasi Asia-Afrika puluhan tahun silam. Sang Proklamator mengingatkan bahwa negara Selatan sulit setara dengan negara Utara jika terus tertinggal dalam teknologi.

Bung Karno bahkan menyoroti penguasaan nuklir yang saat itu hanya didominasi kekuatan Barat. Saat itu, hanya India dan Pakistan dari kelompok Selatan yang mulai bisa memanfaatkannya.

“Bung Karno menyatakan kita tidak akan mungkin bisa setara kalau tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambah Prof. Hariyono.

BacaJuga :

Fokus pada Air, Energi, dan Kesehatan, Program AFRASIA Targetkan Solusi Riset Berdampak di 2027

Akademisi Indonesia, Malaysia, dan Afrika Berkumpul di UM Bahas Agenda AFRASIA

Kesadaran itulah yang mendasari lahirnya AFRASIA. Menurut Prof. Hariyono, hubungan antar negara Selatan-Selatan selama ini masih relatif lemah dan cenderung bergantung pada negara maju.

Padahal, negara-negara pascakolonial memiliki akar permasalahan dan potensi yang serupa. Melalui kolaborasi bersama ISTIC-UNESCO, riset kini merambah dari sains murni hingga sosial humaniora.

Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan jurnal di rak perpustakaan, tetapi mampu memperbaiki posisi tawar Indonesia di peta geoekonomi dan geopolitik global.

“Kalau kerja sama Asia-Afrika ini di bidang Iptek berkembang, ekonomi juga ikut berkembang, maka dampaknya bagi geopolitik kita akan semakin baik lagi,” pungkasnya. (jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: pendidikanumUniversitas Negeri Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Menghidupkan Spirit KAA 1955: Rektor UM Dorong Deklarasi Iptek untuk Negara Selatan

OPINI: AI Ubah Wajah Administrasi Perkantoran

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

31 Wisatawan Positif Narkoba di Insiden Pantai Wediawu, Polisi Dalami Kasus

Fokus pada Air, Energi, dan Kesehatan, Program AFRASIA Targetkan Solusi Riset Berdampak di 2027

Sembunyikan Miras di Kamar, Warung di Dukun Digerebek Polisi

Akademisi Indonesia, Malaysia, dan Afrika Berkumpul di UM Bahas Agenda AFRASIA

APSI Gresik Dilantik, Polres Tekankan Profesionalisme Satpam dan Sinergi Kamtibmas

OPINI: AI di Kantor, Antara Efisiensi Semu dan Realita Kesiapan Manusia

Guru Besar UIN Malang Tegaskan: “Nilai Kesufian adalah Jantung Moral Pesantren”

Prev Next

POPULER HARI INI

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

Dai Malang Soroti Dugaan Pelecehan Pati: “Agama Harus Jadi Pelindung, Bukan Tameng Kejahatan”

260 Pesilat Bertarung, IPSI Kabupaten Malang Tekankan Prestasi Tanpa Permusuhan

41 Kasus Suspek Chikungunya di Gresik, Dinkes Minta Warga Waspada

BERITA LAINNYA

Menghidupkan Spirit KAA 1955: Rektor UM Dorong Deklarasi Iptek untuk Negara Selatan

OPINI: AI Ubah Wajah Administrasi Perkantoran

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

31 Wisatawan Positif Narkoba di Insiden Pantai Wediawu, Polisi Dalami Kasus

Fokus pada Air, Energi, dan Kesehatan, Program AFRASIA Targetkan Solusi Riset Berdampak di 2027

Sembunyikan Miras di Kamar, Warung di Dukun Digerebek Polisi

Akademisi Indonesia, Malaysia, dan Afrika Berkumpul di UM Bahas Agenda AFRASIA

APSI Gresik Dilantik, Polres Tekankan Profesionalisme Satpam dan Sinergi Kamtibmas

OPINI: AI di Kantor, Antara Efisiensi Semu dan Realita Kesiapan Manusia

Guru Besar UIN Malang Tegaskan: “Nilai Kesufian adalah Jantung Moral Pesantren”

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

260 Pesilat Bertarung, IPSI Kabupaten Malang Tekankan Prestasi Tanpa Permusuhan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Hardiknas 2026, Prof Barizi Tekankan Pendidikan Bermutu Harus Bangun Karakter dan Nilai Ketuhanan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved