JAVASATU.COM- Kelompok seni asal Kota Malang, Kelompok Bermain Mlebu Metu, akan menggelar pertunjukan bertajuk Ngleremno Ati di Amphiteater Critasena Senaputra pada Jumat (8/5/2026). Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan panggung, melainkan ruang refleksi yang mengajak warga Kota Malang melihat realitas kotanya melalui pendekatan seni pertunjukan.

Mengusung konsep performance art, Mlebu Metu akan memadukan musik, monolog, puisi, respon gerak, hingga visual video mapping dalam satu panggung kolaboratif. Pertunjukan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB dan dikemas dalam sejumlah segmen tematik yang sarat pesan sosial.
Kelompok Bermain Mlebu Metu menyebut tajuk Ngleremno Ati dipilih sebagai ajakan agar masyarakat berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kota dan berani menghadapi persoalan sosial secara jujur.
“Pertunjukan ini bukan untuk melupakan masalah, tetapi mengajak orang duduk bersama kegelisahannya sendiri dan melihat Kota Malang apa adanya,” ujar Jatmiko, perwakilan Kelompok Bermain Mlebu Metu, Kamis (7/5/2026).
Konsep yang diusung dalam pertunjukan ini juga cukup berbeda. Mereka membawa slogan “diskusi tanpa solusi” sebagai ruang untuk mendengar dan memahami persoalan tanpa terburu-buru mencari jawaban instan.
Menurut penyelenggara, pendekatan tersebut dipilih karena banyak persoalan sosial di tengah masyarakat justru sering terabaikan akibat semua orang ingin cepat menyimpulkan keadaan.
“Poin utamanya bukan soal menemukan solusi cepat, tetapi bagaimana kita mau mendengar persoalan yang selama ini sering diabaikan,” lanjutnya.
Pertunjukan Ngleremno Ati akan menghadirkan sesi interaktif bertajuk saur manuk, yang memungkinkan penonton terlibat langsung dalam ruang dialog bersama para seniman. Selain itu, ada pula segmen obituari reflektif dan pencarian jati diri yang dirancang menyentuh sisi emosional audiens.
Tak hanya menampilkan unsur musikal, seluruh pertunjukan juga diperkuat teknologi video mapping untuk membangun suasana visual yang lebih kontemplatif dan mendalam.
Sejumlah seniman dan budayawan Kota Malang turut terlibat dalam perhelatan ini, di antaranya Anto Baret, Djoko Saryono, Winarto Ekram, Bejo Sandy, Priyo Sunanto Sidhy, hingga Denny Mizhar.
Pertunjukan ini mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui program Dana Indonesiana. Dukungan juga datang dari sejumlah komunitas dan pelaku industri kreatif di Kota Malang.
Kelompok Bermain Mlebu Metu sendiri merupakan kolektif seni performance art asal Malang yang berdiri sejak 2021. Kelompok ini dikenal aktif membangun ruang dialog budaya melalui karya musik eksploratif dan pertunjukan lintas disiplin di berbagai ruang seni, kampus, hingga lingkungan masyarakat. (nuh)