JAVASATU.COM- Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, telah mencapai 55 persen. Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan proyek pendidikan tersebut rampung pada Juni 2026 dan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Juli 2026.

Perkembangan pembangunan itu ditinjau langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran Forkopimda dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Rabu (20/5/2026).
Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani mengatakan Sekolah Rakyat menjadi program strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik.
“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bagus, representatif, dan memiliki kualitas bertaraf internasional. Jika tidak ada kendala, Juli 2026 kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai,” kata Gus Yani.
Kunjungan diawali dengan pemaparan progres pembangunan oleh perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Waskita, Yan. Dalam laporannya, pembangunan fisik sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar enam hektare tersebut menunjukkan perkembangan signifikan.
“Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai 55 persen. Kami optimistis konstruksi utama dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026,” ujar Yan.
Usai menerima laporan, rombongan Forkopimda meninjau langsung area pembangunan untuk memastikan kualitas proyek serta melihat fungsi setiap gedung yang sedang dikerjakan.
Dalam kesempatan itu, Gus Yani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmen Polri dalam mengawal program strategis pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan merupakan instrumen strategis pembangunan bangsa. Kehadiran Sekolah Rakyat membuka akses dan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar AKBP Ramadhan.
Peninjauan proyek tersebut turut dihadiri Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, PPK Pembangunan Sekolah Rakyat M Akhbar Ansyari, jajaran Polres Gresik, Camat Sidayu, hingga unsur TNI di wilayah setempat. (bas/arf)